TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
CARA MENJAUHKAN ANAK DARI PERILAKU KEKERASAN
Monday, 19 February 2018 | 13:31
Artikel

Saat ini, kekerasan anak marak terjadi. Ironisnya hal itu juga sering dilakukan oleh seorang anak kepada teman sebayanya. Kekerasan yang juga populer dengan istilah bulliyng terjadi tidak hanya bersifat fisik namun juga verbal.
 
Masalahnya, jika tidak dihentikan maka bisa menimbulkan perilaku antisosial yang lebih agresif dan mengganggu kesuksesan anak di sekolah dan kemampuan untuk membentuk dan mempertahankan pertemanan.
 
Seorang anak bisa menjadi pelaku bullinyng karena berbagai alasan. Di antaranya ketika dia merasa tidak aman dan memilih seseorang yang tampaknya secara emosional atau fisik lebih lemah karena bisa memberikan perasaan lebih penting dan populer.
 
Bisa saja, keinginan mengintimidasi termasuk dalam pola pemberontak yang memang ada di sisi emosional anak. Sehingga, mereka cenderung membutuhkan bantuan untuk belajar mengelola kemarahan dan rasa sakit, frustrasi, atau emosi kuat lainnya. Bahkan, beberapa anak yang suka mengintimidasi di sekolah bisa saja karena berasal dari perilaku yang mereka lihat di rumah.
 
Anak-anak yang terpapar interaksi agresif dan tidak baik dalam keluarga sering belajar memperlakukan orang lain dengan cara yang sama. Berikut cara agar menghindarkan anak Anda dari sikap mengintimidasi orang lain:
 
Biarkan anak Anda tahu bahwa intimidasi tidak dapat diterima dan akan ada konsekuensi serius di rumah, sekolah, dan di masyarakat jika berlanjut. Cobalah memahami alasan di balik perilaku anak Anda.
 
Dalam beberapa kasus, anak-anak berperilaku agresif karena mereka memiliki kesulitan dalam mengelola emosi yang kuat seperti kemarahan, frustrasi, atau ketidakamanan.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam