TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Cara Mengenali Tulisan, Foto, dan Video Hoax
Monday, 19 February 2018 | 12:06
Artikel

Data terakhir tahun 2016, jumlah handpone yang beredar di Indonesia ada dengan nomor kontak aktif sekitar 320 juta. Hal itu melebihi jumlah penduduknya. Namun tidak semuanya tersambung ke internet. Sementara tersambung dengan internet kurang lebih 100 juta. 
 
Sekitar 100 juta ponsel dalam genggaman penduduk Indonesia itu yang berpotensi mengirim dan menerima berita palsu, bohong atau lebih dikenal berita hoax. 
 
Menurut Ahli Bidang Diseminasi Informasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu sekitar 54 persen dari 100 juta pemegang ponsel adalah anak muda. 
 
Perilaku muda dalam internet itu adalah perilaku yang menggunakan itu secara dinamis, aktif, itu kategori internet yang muda. Kalau yang biasa-biasa kan tidak sampai aktif banget.
 
Tentang berita hoax, menurut dia, adalah semacam istilah yang digunakan dalam teknologi informasi sebagai berita atau informasi yang tidak benar. Istilah hoax, informasi yang tidak ada dasarnya, dan berisi kebohongan. 
 
Berita hoax, bukan hanya tulisan, tapi termasuk foto, video, jika kontennya tidak mengandung kebenaran. 
 
Ada beberapa panduan atau cara yang digunakan untuk mengenali berita hoax. Pertama, biasanya berita-berita itu ada kata-kata di bawahnya “agar disebarluaskan”. Itu pasti. Itu ciri pertama. Agar dishare, “jangan berhenti di Anda”. 
 
Kemudian, untuk menguji sebuah berita hoax atau tidak, pembaca harus membuka di media lain apakah berita tersebut dimuat atau tidak. Kalau tidak dimuat, bisa dipastikan salah satu ciri berita itu hoax. 
 
Kemudian penggunaan kalimat itu bisa diketahui, bisa dikenali dan diketahui. Biasanya bahasa-bahasanya itu dalam bahasa yang bersifat instruktif, bahasa-bahasa yang tidak biasa seperti sebuah berita yang layaknya berita bagus. 
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI