TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
CARA MENGAJARKAN DISIPLIN SHALAT KEPADA ANAK
Monday, 19 February 2018 | 13:32
Artikel

Menurut syariat Islam memang anak-anak tidak memiliki beban dosa selama anak-anak belum memasuki masa baligh. Namun, meski demikian pengenalan ritual keagaamaan memang sebaiknya dikenalkan saat anak-anak masih usia dini agar menjadi terbiasa melakukan ketika telah dewasa. Salah satunya pengenalan tentang shalat lima waktu. Pengenalan dan pengajaran tentunya dilakukan dengan bertahap dan perlahan.
 
Pada dasarnya memang pengenalan tentang ritual keagamaan dalam hal ini tidak bisa langsung diterapkan. Awalnya anak harus dikenalkan tentang konsep Tuhan secara umum dengan penjelasan sederhana.
 
Orang tua dapat mengajari anak mengenai alam semesta dan Allah sebagai penciptanya ini bisa diajarkan sejak anak berusia 2 tahun.
 
Pengenalan tentang konsep ketuhanan bisa dilakukan dengan menceritakan kepada Anak bahwa Allah yang menciptakan keluarga terdekatnya (Ayah, Bunda, Kakek dan Nenek).
 
Jika anak telah mengerti siapa penciptanya, tahap selanjutnya yang dapat diajarkan kepadanya adalah mengenai komunikasi dengan Tuhan. Misalnya katakan kepada anak, kalau adik mau berbincang dengan Allah bisa dilakukan dengan shalat lima waktu.
 
Jadi pengajarannya bertahap, anak tidak bisa langsung diminta shalat itu wajib dan kita harus disiplin melaksanakannya.
 
Selain itu, tentunya juga dibutuhkan contoh-contoh dari kedua orang tua sendiri. Ketika ada contoh yang baik tentang shalat lima waktu dan kedisiplinan untuk melakukannya pasti anak lama-kelamaan juga akan ikut. Hal ini dapat diajarkan ketika anak berusia 3 tahun.