TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Birrul Walidain di Atas Jihad
Monday, 19 February 2018 | 13:24
Artikel

Jika tidak mendapatkan izin dari kedua orang tua, maka siapa pun sebetulnya tidak diperbolekan pergi berjihad. Rasulullah SAW sendiri  tidak berani memberangkatkan seseorang untuk pergi berjihad di jalan Allah jika orang tersebut tidak mendapat izin dari orang tuanya.
 
Padahal jihad yang diserukan Rasulullah SAW adalah jihad yang dijamin bisa dipertanggungjawabkan keabsahan dan kebenarannya di hadapan Allah SWT, dan bukan jihad yang kontroversial apalagi jihad yang keliru sama sekali.
 
Apakah perjuangan seorang ibu yang sedemikian berat itu boleh diabaikan sang anak begitu saja sehingga ia pergi berjihad tanpa restu atau izinnya? Tentu saja tidak! Oleh karena itu, sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas, Rasululllah SAW memerintahkan agar laki-laki yang hendak ikut berjihad bersama Rasulullah SAW itu supaya pulang menemui kedua orang tuanya untuk berbakti kepada mereka.
 
Rasulullah mengatakan, ?????????? ????????, “Berjihadlah di sisi keduanya!”. Artinya berbakti kepada kedua orang tua itu juga termauk jihad di jalan Allah meski tidak secara langsung.
 
Selain menghormati orang tua, hormat kepada guru juga tidak kalah pentingnya bagi seorang palajar. Yang paling dasar adalah, lewat guru, kita bisa membaca, menulis, dan behitung.
 
Lewat gurulah kita bisa bertanya tentang segala sesuatu yang belum kita ketahui. Guru di sini bukan hanya sosok yang ada di sekolah, tetapi di rumah, pesantren, majelis taklim, musholla, masjid, maupun di tengah masyarakat. Karena setiap orang yang memberikan dan mengajarkan kebaikan, dia tentu layak di sebut guru.
           
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI