TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Bertaqwa dan Berbudaya
Monday, 19 February 2018 | 13:25
Artikel

Ketaqwaan tidak mengharuskan kita meninggalkan kebudayaan yang telah ada seaek sebelum didakwahkannya Islam Tentu saja,kita dapat menjadi Islam sembari tetap menjadi citra diri kita sebelumnya. Sepanjang kita tidak melanggar-aturan-aturan pokok Islam, maka kita dapat melaksanakan tradisi.
 
Kita tetap dapat menjadi Islam dengan tetap melaksanakan tradisi-tradisi kesukuan, sepanjang tradisi tersebut tidak mencemari keislaman. Dan jika kita memahami dengan lebih seksama, maka berarti kesukuan kita justru dapat menumbangkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan agama Islam itu sendiri. Karena Islam adalah untuk kita semua, maka Islam adalah milik kita bersama.
 
Contoh tradisi kebudayaan yang diadopsi oleh pemeluk agama Islam di Jawa adalah bentuk ranggon masjid Demak karya para Walisongo. Ini berarti bahwa bentuk masjid (tempat) peribadahan untuk menyembah Allah tidak harus persis seperti bentuk-bentuk masjid di tanah Arab.
 
Artinya, Islam adalah ajaran normatif yang berasal dari Tuhan. Ia dapat diakomodasi ke dalam pelbagai kebudayaan manusia tanpa harus menghilangkan identitasnya masing-masing. Agama sebagai kepercayaan yang memuat norma kemasyarakatan tidak harus menolak budaya setempat. Islam bukan mesti mengalahkan nalar kebudayaan di wilayah bumi manapun tempat pemeluknya berpijak.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI