TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Bersaudara Meski Berbeda
Monday, 19 February 2018 | 13:25
Artikel

Rasulullah saja melarang umat Islam menyakiti "kafir dzimmi" (non-muslim yang tidak memusuhi Islam) dalam sabdanya: "Man adza dzimmiyyan faqad adzani". Artinya: "Barangsiapa yang menyakiti kafir dzimmi maka ia telah menyakitiku".
 
Lalu bagaimana mungkin kita bisa saling menyakiti sesama saudara dengan kata-kata atau tindakan yang tidak berkenan dihati mereka?
 
Anehnya sudah jamak diketahui bahwa umat Islam umumnya bisa menjalin kerjasama dengan non-muslim, khususnya di bidang ekonomi. Lalu mengapa tidak bisa menjalin persaudaraan dengan sesama muslim?
 
Sementara persaudaraan sesama muslim tersebut berhubungan erat dengan keimanan dan tali persaudaraan tersebut sebenarnya diikatkan oleh Allah dan rasul-Nya.
 
Untuk memupus kebiasaan buruk tersebut, sudah seharusnya kita merekatkan kembali rasa persaudaraan di antara sesama muslim serta menghentikan segala bentuk permusuhan dan pertikaian yang hanya memperlemah persatuan umat Islam. 
 
Untuk memupuk kembali rasa persaudaran tersebut maka dibutuhkan semangat untuk saling mengenal (ta`ruf), saling memahami (tafahum),  saling tolong menolong (ta`wun) dan saling merasa senasib sepenanggungan (takaful) sesama muslim.
 
Dengan demikian maka perbedaan akan menjadi indah dan tidak lagi bisa dimanfaatkan oleh pihak lain. Wallahu a`lam bil hal.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI