TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Belajar Kehidupan dari Anak Usia Dini
Monday, 19 February 2018 | 13:18
Artikel

Anak-anak selalu menjadi cerita yang tak pernah ada habisnya. Jiwa anak-anak masihlah bersih dan cenderung baik karena pantulan cahaya Allah masih diterimanya dengan jernih. Bermacam-macam tingkah lakunya, namun tetap menyenangkan melihat anak-anak. Dalam al-Quran, para orang tua diajari untuk meminta anak mereka dapat menjadi penyejuk mata/penyenang hati (Qurrotu A’yun). Hidupnya seakan tak pernah ada beban. Memang seperti itulah kehidupan, jika seorang hamba Allah beriman, maka ia akan tenang dalam hidupnya.
 
Kebiasaan-kebiasaan atau perilaku anak-anak ternyata memiliki makna yang dalam untuk dapat kita ambil sebagai nilai-nilai kehidupan. Kenapa anak kadang suka menangis? Kenapa anak suka berantem, namun cepat juga akur? Banyak hal pada anak kecil yang orang dewasa dapat pelajari. Berikut beberapa makna-makna dari kebiasaan atau perilaku anak.
 
Hatinya tidak terikat dunia    
Anak kecil suka membangun atau membuat sesuatu, misalnya menyusun balok, membuat rumah-rumahan, dan lain-lain. Namun, mereka juga cepat merusaknya. Tidak ada rasa sayang kepada benda yang baru saja disusunya. Dari perilaku anak tersebut, kita dapat mengambil pelajaran bahwa dalam menjalani hidup ini jangan sampai terikat dengan dunia. Di dunia tidak ada yang kekal, karena yang kekal hanya Allah. Boleh dan harus kita berusaha dalam menjalani kehidupan. Membeli mobil, rumah mewah pun tidak dilarang, namun jangan sampai ‘nempel’ dalam hati. Menggunakan harta benda dan kemampuan di jalan yang diridhoi-Nya agar apa-apa yang di dunia bukan menjerumuskan, melainkan mengantarkan untuk mendapat ridho-Nya.
 
Belajar tawakal   
Anak kecil punya kebiasaan tak pernak menyimpan untuk esok hari. Suka berbagai apa saja kepada temannya. Sepertinya mereka yakin, rezeki sudah ada yang mengatur dan telah dijamin oleh Allah SWT.