TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Belajar Akhlak dari Anak-Anak
Monday, 19 February 2018 | 13:07
Artikel

Pemaaf, bukan pendendam
Seringkali anak usia dini berantem berantem sesamanya. Namun, beberapa menit kemudian, mereka akur lagi. Tanpa ada dendam yang menempel dalam hatinya, sehingga dapat kembali bermain bersama-sama lagi. Bagaimana dengan orang dewasa yang sulit memaafkan hingga menyimpan dendam bertahun-tahun. Ada waktunya, dikala orang dewasa memang harus menjadi anak-anak.
 
Suka bermain tanah
Orang tua kadang marah kepada anak kecilnya yang sering main tanah, khawatir kotor. Padahal, fitrah suci anak kecil mengabarkan kepada orang dewasa bahwa jangan lupa, kalau kita berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Main tanah adalah peringatan anak tanpa dosa tentang akhir perjalanan dunia. Bermain tanah juga mengajarkan bahwa manusia harusnya seperti tanah, sebagai asal-usulnya, menumbuhkan dan bermanfaat untuk orang lain, serta mencintai tanah airnya.
 
Suka menangis
Anak kecil sering menangis dan terkadang  orang tuanya menjadi tak sabar dibuatnya. Padahal, hakikat menangis itu sangat bermakna. Menangis lahir ketika hati seseorang itu mudah terenyuhdan lembut.Sesungguhnya, anak usia dini punya kelembutan hati. Oleh karena itu, orang tua dan gurunya harus berkata dan bersikap lembut kepada mereka.     
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI