TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Beas Perelek Sukabumi, Contoh Nyata Ekonomi Umat Berbasis ZISWAF
Monday, 19 February 2018 | 13:06
Artikel

Kunci sukses dari jerih payahpemanfaatan dana zakat untuk kepentingan sosial di berbagai daerah, di antaranya di Cicurug, Sukabumi, tak lepas dari kejelian para tokoh dan aktivis setempat dalam melihat potensi kearifan lokal di sana.
 
Di kalangan urang Sunda Sukabumi telah berkembang lama tradisi "beas perelek". Beas atau beras yang dikumpulkan sepekan sekali dan dikumpulkan oleh salah seorang petugas yang berkeliling memanggul karung dari rumah ke rumah.
 
Tradisi yang dilakukan mengantisipasi ancaman kekurangan stok pangan ini menjadi modal sosial bagi kebangkitan gerakan ZIS. Tradisi tak dihilangkan. Hanya saja kini meningkat intensitasnya dengan gerakan Rp500 saban hari, dan pemaknaan terhadapnya sebagai bagian dari kegiatan ibadah semakin tinggi.
 
Selain sinergi dengan pemerintah setempat, keberhasilan gerakan filantropi ini juga sangat dipengaruhi oleh manajemen pengelolaan yang tertata. Dewan pengurus dibentuk dengan melibatkan pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat.
 
Distribusi tugas, perencanaan, dan laporan-laporan dijalankan. Semuanya digerakkan secara profesional tanpa mengurangi semangat kerelawanan dan gotong royong para pengurus yang mengemban amanah.
 
Juru sosialisasi dan pengurus ZIS juga dituntut memberikan keteladanan sebelum mengajarkan. Dengan demikian, sistem terbangun mapan, semangat berderma kian berkembang, dan target pun mudah diraih.
 
Pelajaran utama cerita ini bukan hanya pada jumlah uang yang terkumpul. Melainkan, seberapa besar kesuksesan membangun kesadaran untuk berbagi pada masyarakat itu dicapai.
 
Karena yang paling inti dari sebuah gerakan filantropi adalah tumbuhnya empati, gotong royong, dan kepedulian antarsesama. Kasus di Sukabumi ini juga mengajarkan kita bahwa “hal kecil” yang dijalankan secara kontinu ( istiqamah) dan berjamaah akan menjelma sebagai hal yang berdampak besar.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam