TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Bagaimana Sih Menjadi Muslim Kaffah?
Monday, 19 February 2018 | 13:11
Artikel

Bangkitnya militansi sejumlah kelompok umat Islam yang menyerukan pelaksanaan syari’at Islam secara legal-formal di Indonesia dalam dekade terakhir disinyalir merupakan “eforia kebebasan” pasca tumbangnya otoritarianisme Orde Baru.
 
Jika di masa Orde Baru membicarakan Islam dalam politik dipandang sebagai sesuatu yang tabu (subversif) namun kini keinginan melaksanakan syari'at Islam secara legal-formal, mulai dari perjuangan ke arah mem-Perda-kan  syari’at hingga mengganti sistem pemerintahan republik Indonesia menjadi negara Islam atau Khilafah “atas nama” menjalankan Islam secara “Kaffah” atau paripurna mulai terdengar nyaring dibicarakan.
 
Jika militansi sejumlah kalangan umat Islam ini dipandang sebagai sebuah “eforia kebebasan” yang biasanya berlangsung sesaat, mungkin kita dapat memakluminya. Namun jika kemudian pelaksanaan syari’at Islam secara legal-formal dipandang sebagai perjuangan agama, barangkali hal ini perlu untuk diluruskan kembali.
 
Dalam Tafsir Jami’ al-Bayan karya Ibnu Jarir at-Thabari (tafsir ini digelari tafsir terlengkap yang berisi riwayat para sahabat dan tabi'in), ayat “Udkhulu fî al-silmi kaffah” yang artinya “masuklah kamu ke dalam Islam secara utuh” merupakan bacaan orang-orang Kufah.
 
Sementara itu, orang-orang Hijaz membacanya dengan “udkhulu fî al-salmi kaffah”yang berarti“masuklah kalian ke dalam perdamaian secara utuh.”Bacaan pertama menghasilkan penafsiran diharuskannya mengamalkan ajaran Islam secara keseluruhan, tidak boleh melaksanakan sebagian tapi menolak bagian yang lain.
 
Sedangkan bacaan kedua menghasilkan tafsir untuk mengutamakan perdamaian dan menghindari sedapat mungkin konflik dan peperangan.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI