TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Bagaimana Rasulullah Memaknai Jihad
Monday, 19 February 2018 | 13:04
Artikel

Terdapat banyak sekali hadits yang meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw sangat menganjurkan berjihad. Diantara hadits tersebut ialah:
                       
“Nabi s.a.w telah ditanya: Apakah yang dapat dibandingkan dengan jihad pada jalan Allah? Nabi s.a.w menjawab: Kamu tidak akan sanggup melakukannya. Pertanyaan tersebut diulang sehingga dua atau tiga kali. Tetapi baginda masih menjawab: Kamu tidak akan sanggup melakukannya. Pada kali yang ketiganya baginda bersabda: Perumpamaan orang yang berjihad pada jalan Allah samalah seperti seorang yang selalu berpuasa dan selalu melakukan ibadat malam serta taat kepada ayat-ayat Allah. Beliau tidak merasa letih dari puasa dan sembahyangnya sehinggalah orang yang berjihad pada jalan Allah itu kembali”. (HR Muslim).
 
Dari sekian banyak hadits Nabi yang didalamnya menyebutkan kata “jihad”, beberaapa diantaranya dimaknai sebagai jihad dalam arti perang. Namun ternyata, pemaknaan jihad sebagai perang ini dianggap oleh Rasulullah Saw hanya sebagai jihad “asghar” atau kecil saja.
 
Dikisahkan ketika kembali dari peperangan yang sangat dahsyat, yakni perang Badar, Rasulullah menyampaikan sebuah pesan bahwa beliau bersama para sahabat baru saja kembali dari jihad kecil dan akan menuju jihad yang besar. Para sahabat yang baru saja merasakan pertempuran Badar yang begitu dahsyat tentu saja tercengang dengan pernyataan Rasulullah tersebut, hingga kemudian Rasulullah menyatakan bahwa jihad sesungguhnya atau jihad akbar ialah jihad melawan hawa nafsu.
 
Ada aspek pribadi maupun sosial yang bisa kita pahami dari pernyataan Rasulullah tentang memerangi hawa nafsu sebagai jihad akbar tersebut. Bagi para pribadi muslim, Rasulullah Saw mengingatkan agar setiap muslim berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan hawa nafsu dalam diri mereka. Lebih jauh dilihat dari aspek sosialnya, Rasulullah mengajak kaum muslim untuk saling menjaga antara sesama ummat islam, hingga di lain kesempatan Rasulullah sering mengingatkan bahwa antar sesama muslim harus saling menjaga harta, kehormatan, dan terutawa nyawanya.
 
*Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme Ditjen Bimas Islam Kemenag RI