TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Awasi Anak dari Sikap Keras dan Cenderung pada Kekerasan
Monday, 19 February 2018 | 12:54
Artikel

Pastikan anak-anak Anda mengerti bahwa Anda tidak akan mentolerir intimidasi di rumah atau di tempat lain.
 
Tetapkan peraturan tentang intimidasi dan musyawarahkan sanksi yang diberlakukan jika dia melanggar.
 
Jika anak Anda bertindak agresif di rumah, dengan saudara kandung atau orang lain, hentikan itu. Ajarkan cara yang lebih tepat (dan tanpa kekerasan) untuk bereaksi, seperti berjalan pergi. Ajarkan anak-anak untuk memperlakukan orang lain dengan hormat dan baik hati.
 
Ajari anak Anda bahwa menertawakan perbedaan (mis., Ras, agama, penampilan, kebutuhan khusus, jenis kelamin, status ekonomi) merupakan hal yang salah. Cobalah menanamkan rasa empati bagi mereka yang berbeda.
 
Pelajari tentang kehidupan sosial anak Anda. Carilah wawasan tentang faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perilaku anak Anda di lingkungan sekolah (atau di mana pun bullying itu terjadi).
 
Minta anak Anda terlibat dalam kegiatan di luar sekolah sehingga mereka dapat bertemu dan mengembangkan persahabatan dengan anak-anak lain. Doronglah perilaku yang baik. Penguatan positif bisa lebih kuat daripada disiplin negatif.
 
Berilah pujian saat anak Anda menangani situasi dengan cara yang konstruktif atau positif. Berikan contoh yang bagus. Pikirkan baik-baik tentang bagaimana Anda berbicara seputar anak-anak Anda dan bagaimana Anda menangani konflik dan masalah.
 
Jika Anda bersikap agresif - terhadap atau di depan anak-anak Anda - kemungkinan mereka akan mengikuti teladan Anda.
 
 Jangan tunjukkan kekerasan pada mereka, jaga perilaku Anda ketika menangani pertengkaran anak-anak Anda atau ketika terjadi masalah dengan pasangan Anda. Jangan sekali-kali menunjukkan kekerasan atau kontak fisik atau pun kata-kata yang negatif kepada mereka apalagi di depan anak Anda.
 
Jangan lupa, kerja sama dengan  guru, pembimbing bimbingan, dan pejabat sekolah lainnya dapat membantu Anda mengidentifikasi tingkah laku anak Anda. Hal ini penting agar Anda bisa mengontrol perilaku buah hati saat berada di lingkungan sekolah.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam