TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Anatomi Kaum Teroris
Monday, 19 February 2018 | 12:40
Artikel

Secara structural, antara Al-Qaida dan Jamaah Islamiyah, dibagi dalam beberapa jabatan. Seperti Markaziah, Mantiqi, Wakalah, Qirdas, Katibah, Fi’ah, Thaifah.
 
Mereka tidak mengenal batas negara. Mantiqi satu adalah wilayah uang. Mantiqi 2 wilayah operasional. Mantiqi 3 tempat latihan sulawesi (Poso) dan Mindanau serta Indonesia timur, dan Mantiqi 4 wilayah Autralia.
 
Terkait dengan ISIS di Indonesia, ada Bahrun Naim, Bahrumsyah, dan Salim Mubarak alias Abu Jandal.
 
Kelompok Santoso yang memimpin Mujahidin Indonesia Timur, itu sangat terkenal di dunia pemberontak. Basri, anak buah Santoso tidak bisa memimpin shalat. Santoso pernah diinterogasi oleh Kapolri, dulunya ia adalah loper Koran. Mereka besar karena dibesarkan oleh media.
 
Mei 1986 di Indonesia ada kasus memalukan, dimana orang asing membom 4 kedutaan di Indonesia. Tsutomo Shirosaki membuat bom seperti roket dan meledakkan pintu kedutaan besar jepang. Dengan kendaraan sewa ia menjebol kedutaan AS, dan juga kedutaan Russia dan Kanada. Saat itu terorisme Kartosuwirjo masih lokal, tapi teroris internasional sudah menyerang Indonesia.
 
Teroris tidak akan mengikuti perang konvensional. Ia selalu memilih perang asimetris. Orang sedang di mall, di diskotik, di caffee, dan seterusnya.
 
Pemerintah memerukan media, teroris juga memerlukan media. Tapi media yang sehat akan memberikan pemberitaan yang berimbang.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam