TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Ajaran tentang Keramahan dan Penghormatan terhadap Agama Lain
Monday, 19 February 2018 | 13:45
Artikel

Pada masa-masa awal kelahiran Islam, terjad ketegangan antara kaum Muslimin dengan kaum Quraisy. Peperangan seringkali tidak terhindarkan. Benteng-benteng dan pos penjagaan didirikan sebagai perbatasan wilayah di antara kedua kelompok yang sedang bertikai, sehingga warga-warga masyarakat yang lemah dan bukan dalam kapasitas pasukan perang turut terhalang untuk melakukan interaksi sosial.
 
Gencatan senjata pun telah sering disepakati untuk meminimalisir jumlah korban. Namun rasa khawatir dan kecurigaan pada tipu muslihat musuh tetap menimbulkan ketakutan dan kecemasan tersendiri. Orang-orang musrik selalu menyimpan kesumat dan prasangka buruk kepada pihak lain. Sehingga masing-masing warga masyarakat sangat membatasi pergaulannya dan berusaha menghindari kontak dengan orang-orang yang menjadi bagian pihak musuh, walaupun di antara mereka terdapat hubungan kekeluargaan.
 
Dalam kondisi dan situasi yang demikian, pada masa-masa sedang berlangsungnya perjanjian damai antara orang-orang Muslim dan komplotan-komplotan musyrik dari suku Qurays di Makkah, Asma’ putri Abu Bakar RA dijenguk oleh ibundanya yang masih belum mau beriman dan belum masuk Islam. Maka ia pun menceritakan kunjungan ibundanya yang masih musyrik ini kepada Rasulullah SAW, takut-takut jika kedatangan ibunya ini barangkali saja dapat dianggap membahayakan.
 
Asma’ datang meminta Nasihat, ”Wahai Rasulullah, apakah Anda mengijinkan saya untuk menjalin silaturrahim dengan ibuku yang belum bersedia masuk Islam?” Mendengar pertanyaan ini, maka Rasulullah SAW segera menjawab, ”Ya, jalinlah silaturrahim dengannya”. (HR. al-Bukhori ; Hasyiyah Abi Jamroh li as-Syanwani : 158)
 
Demikianlah, salam kondisi tidak menentu dan terjadi keteganganan, penghormatan terhadap sisi kemanusiaan tetap dikedepankan.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI