Konten berita umum

KUA Kebayoran Baru Optimalkan Layanandan data Berbasis Teknologi Kali ini , redaksi bulletin bimasislam menghadirkan profil Kantor Urusan Agama ( KUA ) dari…

Jakarta, bima i lam&mda h; Mau nggak tunjangan kinerjanya dinaikkan? Kalau mau maka kinerja kita haru ditingkatkan. Banyak dari pegawai yang datang ke kantor ab en tetapi tidak diketahui mela
&nb p; Jakarta, bima i lam&mda h;Beka pengikut Gafatar yang kini menjadi pengung i di beberapa penampungan menjalani babak baru. Pada hari rabu, 3 Januari 2015, Majeli Ulama Indone ia (MUI) ecara
Solo, bima i lam&mda h;&nb p; Kami mengung i dari Ketapang ampai di tempat ini diperlakukan i timewa ama aparat. Sejak di Kalimantan hingga kami turun dan ampai di tempat ini dijaga ketat den

Solo, bima i lam&mda h; Dalam ambutan elamat datang aat upacara pere mian 16 KUA yang dibiayai oleh dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) atau ukuk di kantor KUA Banjar ari Solo (28/1), Kepala
Jakarta, bima i lam&mda h; Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menega kan pemerintah angat eriu dalam menangani kelompok Gafatar. Hal ter ebut di ampaikan Menag u ai mendampingi Pre iden pada pere
Jakarta, bimasislam Presiden Joko Widodo meresmikan Masjid Fatahillah yang berlokasi di Kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/01). Mengenakan…
Jakarta, bimasislam Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan sambutan pada peresmian Masjid Fatahillah yang berada di kompleks Balai…

Solo, bima i lam&mda h; Kedatangan pengung i Gafatar dari Kalimantan dalam jumlah be ar telah menyita banyak pihak untuk terlibat aktif menangani perma alahan di lapangan. Dalam pantauan bima i lam di
Jakarta, bimasislam Jumat, 22 Januari 2015 adalah hari sangat bersejarah bagi bangsa ini. Pada hari itu dikukuhkannya Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar,…
Jakarta, bima i lam &nda h; Dalam rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-70, Kementerian Agama menggelar acara Dzikir dan Doa untuk Bang a yang diikuti ribuan pegawai di Auditoriu

Jakarta, bima i lam&mda h; Menjamurnya itu - itu radikal atau etidaknya yang mendukung atau memuat konten-konten radikal berba i agama bukan i apan jempol. Ka u pemblokiran 22&nb p; itu yang din