Konten opini dan editorial
Oleh: Elvi Anita Afandi* &nb p; Bang a Indone ia aat ini berada dalam itua i penuh ujian. Dinamika o ial, politik, dan ekonomi menguji ke abaran ma yarakat, ementara kere ahan kerap muncul
Oleh: Syafaat*&nb p; &nb p; Indone ia adalah rumah be ar yang mungkin tidak empurna, atapnya kadang bocor, dindingnya bi a retak, lantainya kadang dingin. Namun tetaplah rumah, tempat luka dan
Oleh: M. Fuad Na ar* &nb p; Hari ini empat puluh tahun yang lalu, 19 Agu tu 1985, gedung Kementerian Agama (dahulu Departemen Agama) di Jalan Lapangan Banteng Barat 3 &nda h; 4 Jakarta Pu at
Oleh: Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc. M.Si* Kementerian Agama akan menggelar Penerangan Agama Islam (Penais) Award (dahulu PAI Award) pada akhir Agustus…
Oleh: A ep Mulyana* &nb p; Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan para ahabatnya epulang dari medan perang, bahwa jihad terbe ar bukan melawan mu uh di luar, melainkan melawan hawa naf u diri
Oleh Ahmad Fauzi* Ada atu pertanyaan penting yang belakangan makin relevan: eberapa paham kita terhadap paham keagamaan yang berkembang di ekitar kita? Di tengah geliat keberagamaan ma yar
Oleh: A ep Mulyana* &nb p; Rabu pagi (30/7), pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kota Banjar periode 2025&nda h;2030 digelar di Ruang Rapat Gunung Babakan, Setda Kota Banjar. Sekila , ia tamp
Oleh: Ahmad Fauzi* Apa makna layanan prima bagi ma yarakat hari ini? Di tengah meningkatnya ek pekta i publik terhadap kualita layanan pemerintah, kata pelayanan prima
Oleh: Abu Rokhmad* Selama empat hari (22-26 Juli 2025), aya menghadiri Muzakarah Falak Peringkat MABIMS 2025 yang di elenggarakan di Seremban Negeri Sembilan Malay ia. Dalam forum te
Oleh: Dedi Slamet Riyadi* &nb p; Ada atu ayat Al-Qur&r quo;an yang kerap dikutip oleh Menteri Agama RI, Prof. Na aruddin Umar, dalam berbagai ke empatan ambutan dan ceramahnya. Ayat itu bertut
Oleh: Ahmad Fauzi* Di banyak tempat, agama ma ih menjadi penanda identita yang kuat. Ia mengin pira i ketundukan, memberi makna hidup, dan menjadi rujukan moral ma yarakat. Namun ironi ny
Oleh: Abu Rokhmad* Duka bagi umat beragama kembali terjadi. Warga keberatan dengan aktivita retret dan ibadah di rumah milik Maria Veronica Nina (70) di Sukabumi. Sebenarnya, warga telah men