Jakarta, Bimas Islam — Dakwah dan pendidikan merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam pembangunan umat. Keduanya berperan dalam mencerdaskan masyarakat sekaligus membentuk pemahaman keagamaan dan akhlak generasi penerus.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar di Jakarta, Rabu (14/10/2026), menyusul peletakan batu pertama pembangunan Pondok Tahfiz Qur’an Fatih Al-Fathir di Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 9 Oktober 2026.
Pembangunan pondok tahfiz dan masjid di lokasi yang sama itu diinisiasi oleh Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan. Fuad Nasar menghadiri kegiatan tersebut saat berada di Makassar untuk mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pembukaan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Fuad Nasar mengajak masyarakat memetik pelajaran dari jejak dakwah ulama besar sekaligus pendidik kharismatik asal Sulawesi Selatan, almarhum Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle.
Menurutnya, Anregurutta Ambo Dalle berhasil melembagakan dakwah dan pendidikan sebagai satu kesatuan perjuangan melalui organisasi. Keduanya menjadi sarana untuk mencerdaskan sekaligus mencerahkan umat, yang diwujudkan melalui gerakan Dakwah Wal Irsyad. Gerakan tersebut menjadi salah satu ujung tombak perjuangan pendidikan dan dakwah yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini.
Fuad Nasar juga mengapresiasi warga yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan pondok tahfiz dan masjid tersebut. Menurutnya, wakaf tanah untuk kepentingan pendidikan dan peribadatan merupakan bentuk amal jariah yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Apresiasi turut disampaikan kepada pengurus DMI Provinsi Sulawesi Selatan dan DMI Kabupaten Maros yang mengawal pembangunan tersebut. Inisiatif itu diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik.
Mfn/Mr
Berita



