Penyuluh Ini Ajak Masyarakat Merawat Masjid

  • Monday, 04 September 2017 | 14:00
  • Administrator
Kulonprogo, bimasislam—Keberadaan Penyuluh agama Islam (PAI) kini tak hanya sebatas berceramah atau mengajar ngaji. PAI telah bertrasnformasi menjadi penggerak kegiatan keagamaan dan bahkan sosial kemasyarakatan. Kehadirannya sangat terasa, terutama dalam berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Kini, banyak para PAI yang berkiprah lebih luas di masyarakat.
 
Hal ini pula yang meninspirasi para PAI di Kecamatan Galur, Kulonprogo, DIY. Adalah Rohman, sosok penyuluh yang tergerak untuk melebarkan perannya tidak sebatas dakwah agama. Bertugas di Kecamatan Galur sejak 2010, ia bersama para PAI lainnya tergerak untuk mengajak masyarakat merawat kebersihan masjid. Kegiatan ini dilaksankan guna menggugah kepedulian warga atau jamaah masjid terhadap masjid di lingkungannya. Awal mula ide kegiatan ini ketika melihat keprihatian masjid-masjid di wilayah Kecamatan Galur pada khususnya banyak masjid megah tapi minim jamaahnya. Kebersihan kerapihan masjid sering diabaikan, ketika mereka sudah mengangkat marbot (tukang membersihkan masjid maka selesai), padahal seharusnya kebersihan dan kerapian masjid adalah tanggungjawab bersama semua jamaah.
“Karena itu penyuluh berinisiatif untuk melakukan kegiatan bakti masjid yang bertujuan memberikan edukasi pada jamaah tentang bagaimana membersihkan dan merawat masjid secara efektif dan efisien, agar nyaman dan indah ketika dihadiri jamaah,” tuturnya.
 
Karena penyuluh tidak memiliki sumber dana untuk melaksankan kegiatanini,maka mereka pun menggandeng berbagai pihak untuk mendanai kegiatan ini seperti lembaga keuangan BRI, BPD, BMT, dan lembaga lainnya. Dan suport paling besar dari PPMI (Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia) yang telahmewakafkan satu buah mesin vacumcleanersenilai 2,5 Juta untuk digunakan dalam kegiatan bakti masjid.  
 
Lelaki kelahiran 1975 ini menggarisbawahi pentingnya kerjasama masyarakat untuk merawat masjid. Menurutnya, masyarakat harus diajak menjaga dan memakmurkan masjid. Karena itulah ia dan para PAI lainnya menginisiasi kegiatan bakti masjid se-wilayah Kecamatan Galur.
 
“Alhamdulillah ajakan kami mendapat respon yang baik. Banyak loh masyarakat yang tergerak ikut membersihkan masjid,” ungkapnya.
 
Selain membersihkan masjid, ia dan kawan-kawan juga mengisi kegiatan di masjid-masjid tidak sebatas pada kegiatan mengaji. Mereka menyelenggarakan kegiatan pendampingan bagi orang tua baru atau orang tua yang memiliki anak usia PAUD dan TK di wilayah Kecamatan Galur.
 
“Ide kegiatan ini dari  keprihatinan terhadap pengetahuan bapak/ ibu  orang tua dalam mendidik anak anaknya yang masih jauh dari harapan mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh mandiri  dan ceria,” tuturnya.
 
Karena itulah, lulusan IAIN Sunan Kalijaga ini berkeyakinan untuk melakukan pendampingan bagi orang tua baru atau orang tua yang memiliki anak usia PAUD dan TK. Ia berharap pendampingan ini memberikan wawasan bagi para orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
 
(Rahmania Tunggal Dewi-Endah Tri Fahriati/foto;bimasislam)