Masjid Agung Cilegon: Empat Menara nan Menjulang di Tengah Kota

  • Wednesday, 30 August 2017 | 14:15
  • Administrator
Cilegon, bimasislam— Sore itu, jalan Sultan Ageng Tirtayasa 2 nampak sibuk. Sebagai salah satu jalan utama di Kota Cilegon, Banten, sejumlah kendaraan hilir mudik silih berganti. Di tengah kesibukan itu, terdapat dua bangunan yang menarik perhatian. Selain rumah dinas walikota Cilegon yang bernilai historis, juga terdapat sebuah gedung dengan empat fitur menara yang menjulang tinggi.
 
Bangunan berkubah hijau itu adalah Masjid Nurul Ikhlas yang merupakan masjid agung bagi kota baja tersebut. Bagi pengunjung yang merupakan ‘jamaah transit’, masjid yang berada di antara pusat perniagaan yang wilayahnya membentang hingga ke pelabuhan penyeberang Merak itu dapat menjadi tempat ibadah yang sejuk dari lelahnya perjalanan.
 
Tak perlu khawatir terlewat, pengendara yang melintas dari Pulau Jawa ke Sumatera dan arah sebaliknya cukup melihat empat menara setinggi 55 meter yang menjadi fitur utama sehingga mudah dikenali dari kejauhan.
 
Masjid Agung Nurul Ikhlas berdiri kokoh di atas lahan seluas 3600 m2. Dalam bentuk aslinya yang sederhana, sejumlah sumber menyebut bahwa masjid ini sudah berdiri sejak masa penjajahan, bahkan setua umur umat Islam di tanah air. Meski begitu, penggunaannya setelah renovasi besar-besaran baru dilakukan setelah diresmikan oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Walikota Cilegon H. Tb. Aat Syafa’at  pada 27 Maret 2009 lalu.
 
Renovasi  besar-besaran dilakukan oleh Pemkot Cilegon dengan  masa pembangunan hampir tiga tahun, sejak 2 Februari 2006. Dengan dana sekitar 23 milyar, bangunan Masjid Agung Nurul Ikhlas berubah drastis dari bentuknya yang sederhana menjadi masjid megah dengan daya tampung hingga 2000 jemaah sekaligus.
 
Masjid yang punya visi menjadi pusat pembinaan umat, dakwah, dan peradaban Islam ini dibangun dengan tiga lantai, terdiri dari basemen (1.175 m2), lantai dasar (1.372) dan lantai satu (1.073 m2). Lantai basemen difungsikan sebagai area pendukung seperti tempat wudlu dan toilet. Sementara  Ruang Utama berada di lantai dasar. Ruang shalat khususs bagi wanita ditempatkan di lantai satu, lantai ini juga berfungsi sebagai ruang tambahan saat sholat jumat atau shalat har raya.
 
Yang cukup menarik, susunan dan  pilihan material masjid ini memang terbilang apik. Sentuhan bangunan yang didominasi marmer putih-hitam dan abu abu menghadirkan suasana yang sejuk sekaligus simpel dari sudut pemilihan warna. MEski demikian, garis geometrsi yang dipadankan dengan kubah hijau mengingatkan pada corak khas masjid di Asia Tenggara yang dipengaruhi aksen Timur Tengah, Persia, dan India.
 
Bagi pengunjung yang baru singgah di masjid ini, tak perlu merasa repot karena desain masjid tidak dibuat terlalu kompleks. Tangga dan jembatan sebagai akses langsung ke ruang utama dan lantai satu terdapat di bagian luar masjid. Akses tersebut mengarah ke empat penjuru pintu besar yang terhubung ke ruang utama.
 
Singgahlah ke Masjid Agung Cilegon, sebagai bagian dari tradisi mencintai masjid-masjid di Nusantara.
 
(sigit-jaja/bimasislam/oknusantara/singgahkemasjid)