Dirjen Ingatkan Kriteria Ketat dalam Susun Program dan Anggaran

  • Wednesday, 11 October 2017 | 10:39
  • Administrator
Jakarta, bimasislam—Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengingatkan sejumlah kriteria bagi seluruh unit teknis yang akan merancang program dan kegiatan di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
 
Kriteria tersebut, katanya, merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam menyusun rencana program dan anggaran, agar seluruh kegiatan yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam benar-benar dirasakan dampaknya bagi masyarakat.
 
“Sesuai dengan arahan Presiden agar semua instansi pemerintah memperhatikan dengan benar program dan kegiatan berbasis money follows program,maka ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi sebelum program itu disetujui,” ujarnya saat membuka kegiatan Koordinasi Penyusunan Laporan Aplikasi Pemantauan dan Evaluasi Program Bimas Islam Triwulan III di Jakarta, Senin (9/10/2017).
 
Dikatakan Dirjen, sebelum menyusun sebuah program, semua pegawai harus memperhatikan apakah kegiatan tersebut diperlukan? Tak cukup disitu, pertanyaan berikutnya adalah “apakah kegiatan tersebut perlu dilakukan sekarang?
 
Hal tersebut, imbuhnya, untuk menghindari adanya program atau kegiatan yang sebetulnya tidak diperlukan, atau belum diperlukan pada saat ini. Perencaaan program harus memperhatikan kebutuhan yang sifatnya rutin dan kebutuhan yang bersifat aktual.
 
Kriteria berikutnya adalah program tersebut harus melibatkan produksi dan tenaga kerja dalam negeri dengan sebesar-besarnya, sehingga memiliki ‘dampak ikutan’ yaitu turut meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
 
Selain itu, kriteria terakhir adalah, “apakah program tersebut dapat dilaksanakan dengan lebih efisien?” Hal ini diperlukan agar pengeluaran anggaran negara dapat digunakan dengan memperhatikan asas penghematan.
 
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen juga mengingatkan tentang alur perencanaan program. “Perencanaan program harus dimulai dari plan atau Perencanaan yang baik, kemudian do atau diimplementasikan secara tepat.” ujarnya.
 
Setelah itu, perlu ada check atau evaluasi atas implementasi yang dilakukan, dan terakhir act, yaitu umpan balik atau  feedback untuk melihat apakah program yang dilaksanakan dinilai berhasi atau tidak.” tegas Dirjen.
 
Kegiatan Koordinasi Penyusunan Laporan Aplikasi Pemantauan dan Evaluasi Program Bimas Islam Triwulan III dilaksanakan di Hotel Lumire, Jalan Raya Senen, Jakarta Pusat pada 9 hingga 11 Oktober 2017 diikuti 60 peserta dari internal Bimas Islam dan sejumlah lembaga mitra.
 
(sigit/bimasislam)