Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Selasa , 22 Agustus 2017 - 30 Zulkaedah 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Nurgina Arsyad

  • Wednesday, 15 March 2017 | 15:44
  • sigit
  • tokoh
Halo para pembaca bimasislam, kali ini sosok yang kita angkat adalah perempuan asal Cimahi, Jawa Barat. Menjadi abdi negara sejak 2005 silam, kini dipercaya sebagai Kepala Seksi Penyuluhan Produk Halal dan Pengawasan pada Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaa Syariah, Ditjen Bimas Islam.
 
Mudah saja menjumpai perempuan yang biasa disapa Teh Gina ini. Meski memiliki tugas yang tidak ringan, baginya bersosialisasi sebaik mungkin dengan lingkungan adalah hal prinsip yang diajarkan keluarganya sejak kecil. Karenanya tidak heran, pemilik mata indah bak bola ping pong ini selalu tersenyum saat berjumpa dengan rekan kerja.
 
Dijumpai disela-sela jam kerja, Gina bercerita dari masa kecil hingga obsesi besar tentang apa yang digelutinya saat ini. “Saya sudah disuguhi dengan buku-buku ilmu pengetahuan alam sejak kecil sehingga menumbuhkan ketertarikan kepada ilmu pengetahuan alam dan akhirnya saya memilih kuliah di FMIPA ITB (Institut Teknologi Bandung-red)”, tutur Gina menjawab dialog awal dengan reporter bimasislam.  
 
Selain itu, faktor seorang Ibu memberi pengaruh besar terhadap istri dari Meru Radite Harjono ini. Gina menuturkan bahwa ibunya selalu mengajarkan tentang nilai-nilai kehidupan. “Ibu saya pengangum salah satu mantan presiden, beliau selalu mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada orang lain tanpa memandang latar belakangnya serta bersikap toleran”, ujar Ibu Muda yang telah dikaruniai dua putri dan dua putra ini.
 
Penyuka makanan lokal “tempe” ini menutup kehidupan pribadinya dengan bercerita bahwa memasak dan mencoba resep baru adalah kegemarannya selain membaca buku. Selain itu berkebun dengan keluarga serta menyiapkan sarapan dan sarapan pagi bersama selalu dijadikan momen indah bersama keluarga.
 
Disinggung mengenai amanah yang diembannya saat ini, Gina nampak bersemangat, baginya isu pangan halal adalah masalah serius dan perlu mendapat perhatian khusus. “Saya dulu mencoba masuk PNS dengan formasi kerja di laboratorium halal, Alhamdulillah diterima. Saya harus memberikan yang terbaik terhadap kepercayaan ini”, Gina mengisahkan.
 
Saat ini Gina memiliki tantangan baru yang diakuinya merupakan ilmu baru, bukan soal microbiologi tetapi soal dunia komunikasi. “Saya betul-betul mempelajariilmu baru, yaitu penyuluhan, komunikasi publik, menyusun strategi komunikasi, dan bagaimana melaksanakan koordinasi antara pusat dan daerah”, terangnya.
 
Bagian dariprogram yang telah dicanangkan oleh Kementerian Agama adalah Gerakan Masyarakat Sadar Halal(Gemar Halal). Melalui program ini dirinya berharap tumbuh kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengetahuan makanan halaldan thayyib. “Program Gerakan Masyarakat Sadar Halal itu goal-nya adalah bagaimana membangun awarenessmasyarakat kita”, ungkap Gina dengan penuh semangat.   
 
Lantas apa yang bisa pemerintah lakukan saat ini agar masyarakat mendapatkan manfaat dari disahkannya Undang-undang Jaminan Produk Halal (JPH). “Manfaatnya akan terasa jika Regulasi UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal sudah diimplementasikan”, tegasnya.
 
Setiap program selalu memiliki kendala yang mendampingi, lantas apa kendala dalam mengiplementasikan program Gemar Halal? Meski sedang hamil besar, Gina menjelaskan bahwa kendala terbesar adalah pengetahuan masyarakat tentang halal masih bersifat pragmatis, padahal menurutnya ada yang lebih penting.
 
“Sebagai contoh, pengetahuan masyarakat tentang halal dan haram baru sekedar menjauhi unsur babi, padahal ada rangkaian proses produk halal yang harus diteliti.Contoh lain proses penyembelihan hewan halal, apakah sudah sesuai syariah atau belum? Ada titik kritis pada proses penyembelihan hewan halal yang kadang kala terabaikan”, urainya.
 
Diakhir sesi, pejuang pangan halal ini berpesan agar waspada terhadap informasi yang bersifathoax, termasuk hoax tentang halal atau tidaknya suatu produk. “Hati-hati ya, sekarang banyak hoax tentang kandungandari suatu produk halal.Informasi bagaikanmakananuntukotak/pikiran kita, makanya harus dicerna dan disaring, agar tahumanfaat dan tidaknya”, terang Teh Gina menutup pembicaraan.Terimakasih Teh sharing-nya.
 
[syamsuddin]
 

Lihat Tokoh Lainnya