Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Selasa , 22 Agustus 2017 - 30 Zulkaedah 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Dr. Thobib Al-Asyhar, M.Si.

  • Thursday, 18 May 2017 | 10:33
  • sigit
  • tokoh
Profil kita kali ini adalah sosok yang istimewa, muda, cerdas, agamis sekaligus humoris. Seorang inisiator berbagai layanan informasi publik berbasis aplikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, juga sebagai pimpinan redaksi majalah dan buletin Bimas Islam. Memiliki nama lengkap Thobib Al-Asyhar, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Ortala, Kepegawaian, dan Hukum.
 
Mas Thobib, begitu teman kerja memanggilnya. Lahir di Grobogan, Semarang pada 5 Mei 1973 silam. Selain mengabdi di Kementerian Agama, dia adalah seorang dosen Psikologi Islam Sekolah Kajian Stratejik dan Global pada Program Kajian Timur Tengah dan Islam,  Universitas Indonesia, dan pengurus Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI).
 
Disela sela kesibukan sebagai Kepala Bagian, Mas Thobib menyempatkan berbagi kisah hidupnya yang tergolong pahit dahulu, baru manis kemudian. Sebagai orang yang lahir di pedesaan, dengan segala kultur ndeso kadang membuatnya minder saat bersanding dengan orang-orang yang sukses di kota. Meski demikian, kegigihan telah mengantarkan anak ke 7 dari 8 saudara ini berhasil mengenyam jenjang tertinggi pendidikan formal. 
 
Rekam keseharian peraih Doktor dengan predikat Cumm Laude bidang Psikologi Islam SPs UIN Jakarta ini rasanya tidak perlu penulis banyak catatkan disini, karena sikapnya yang supel dan terbuka membuat dirinya mudah dikenal banyak orang. Disisi lain pejabat eselon III termuda di Bimas Islam ini dikenal memiliki integritas yang baik sehingga dipercaya mengemban jabatan saat ini.
 
Sedikit menoleh ke belakang, Thobib remaja pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak, Semarang selama 6 tahun (1986-1992). Kemudian melanjutkan jenjang Sarjana S1 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (yang sekarang berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri Jakarta), mengambil jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum yang diselesaikannya dengan baik (1997), dan melanjutkan program magister di Pasca Sarjana Universitas Indonesia (2007).Selain itu, pada tahun 1998 dirinya mengikuti Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta.

Selain pendidikan formal berbasis kelas, bapak 3 putera ini juga aktif di berbagai komunitas kemahasiswaan. Tercatat Thobib muda pernah menjadi Sekjen Senat Mahasiswa (BEM) IAIN Jakarta. Mantan aktifis kampus ini tidak hanya berkecimpung di organisasi intra kampus, kegiatan ekstra yang berbasis kajian juga telah mewarnai perjalanan pemikirannya yang cukup moderat dan kritis.
 
Semasa kuliah dirinya pernah didapuk sebagai Ketua Divisi Kajian pada Kelompok Studi Piramida Circle Jakarta, dan Pemimpin Redaksi Buletin OBSESI Forum Studi Islam IAIN Jakarta. Jadi tidak heran jika alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini pun sukses menghadirkan Majalah Bimas Islam untuk pertama kalinya dan langsung mendapat respon ciamik dari pembaca.   


Inisiator aplikasi“SICAKEP” (aplikasi catatan kegiatan pegawai) ini belum lama dikukuhkan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, sebagai salah satu Agent of Change di Bimas Islam. Kegiatan menulis nampaknya sudah menjadi bagian dari hidup pria yang memiliki hobby memasak ini. Sebagai bukti, beberapa tulisan  yang telah dibukukan adalah Fikih Gaul, Sufi Funky, Bahaya Makanan Haram, Khadijah Sosok Perempuan Karier Sukses, Menuju Era Wakaf Produktif, Psikologi Islam: Integrasi Sains dan Nilai-nilai Ketuhanan, Tips n Trick Haji dan Umrah: Cara Mudah dan Nyaman Beribadah di Tanah Suci,dan beberapa buku lain.
 
Di Kementerian Agama, Thobib mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil sejak tahun 2003. Pada tahun 2011 diangkat pertama kali menjadi eselon IV sebagai Kasi Pembinaan Nazhir. Sejak bergabung di Kementerian Agama, anak petani yang tekun ini telah dipercaya menjadi salah satu konseptor Pidato Menteri Agama hingga saat ini.
 
Kemampuannya dalam mengelola informasi dan membangun citra positif Kementerian Agama sebelumnya dipercaya menjadi Kepala Sub Bagian Sistem Informasi. Jabatan strategis itu pun tidak disia-siakan olehnya. Sadar bahwa kepercayaan harus dibalas dengan tanggungjawab penuh. Berbagai terobosan program telah sukses dijalankan, diantaranya mengenalkan program dan kebijakan Bimas Islam melalui majalah yang dikemas  easy to read. Majalah yang sudah memasuki edisi ke 6 itu tidak hanya menjadi alat komunikasi internal tapi juga efektif menjadi media relasi dengan partner Kementerian Agama seperti Ormas Islam, Dewan Perwakilan Rakyat, LSM, Komisi Pemberantasan Korupsi dll.  
 
Kalem tapi pasti, begitulah kesan orang terhadap sosok murah senyum ini. Kemampuan sebagai pendengar yang baik menjadikan dirinya banyak dijadikan tempat konsultasi. Kepada rekan kerja mas Thobib sering berkata bahwa seorang pemenang bukanlah orang yang paling kuat, tapi orang yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
 
Saat ditanya tentang tugas barunya, penulis kolom opini di berbagai media ini ingin menjadikan Bagian Ortapeghum yang digawanginya menjadi pelayan bagi pegawai. Data-data kepegawaian akan dikelola berbasis database yang akan memudahkan baginya untuk memetakan pegawai dan pembinaannya. Suami dari seorang penulis fiksi, Ifa Avianty, ini juga akan mendorong percepatan reformasi birokrasi, khususnya perbaikan layanan publik terakselerasi lebih cepat.
 
Mengenai motto kerja, pria yang aktif menyebarkan virus kebaikan di media sosial ini selalu berkata:  “mari bekerja, luruskan niatmu, lalui jalanmu dan jernihkan hatimu”.
 
Tugas berat kini menantinya. Sebagai motor organisasi tentu memerlukan konsentrasi dan kerja keras. Oleh karena itu, Mas Thobib berharap seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam bisa bekerjasama dengan baik dalam membangun iklim kerja yang nyaman. Semua, menurutnya harus diawali dengan pikiran positif dan konsisten (istiqamah).
 
Profil singkat ini penulis akhiri dengan mengutip qoute ringan tapi menyentuh dari sang tokoh kita kali ini, “Setiap nikmat yang kita peroleh berpotensi menimbulkan iri dari orang lain, pandailah mensyukuri dengan bijak”. “Hidup itu saling pandang, senang susah tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan”.[]
 
(Achmad Syamsuddin)

Lihat Tokoh Lainnya