Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Terkait Terompet Berbahan Cover Mushaf Alquran, Ini Penjelasan Kemenag
  • Monday, 28 December 2015 | 22:33
  • Administrator
  • berita
Jakarta, bimasislam— Ditemukannya terompet-terompet untuk tahun baru 2016 siap jual di beberapa mini market Alfamart di Kendal dan Pekalongan Jawa Tengah telah menjadi pembicaraan ramai di media sosial dan dunia maya. Menanggapi hal tersebut, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Mukhtar Ali, mengatakan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat yang melaporkan kepada Kepolisian setempat dan direspon cepat oleh pihak aparat keamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
“Kami memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang dengan cepat merespon laporan masyarakat terkait hal ini dengan menyita seluruh terompet yang berbahan cover mushaf. Termasuk pada sore tadi telah meminta keterangan kepada pimpinan puncak perusahaan CV. Aneka Ilmu yang pada tahun 2013 pernah memenangkan tender pengadaan Alquran di Kemenag,” tegasnya.
 
Lebih lanjut Mukhtar menambahkan bahwa untuk memastikan keterhubungan antara pengadaan mushaf Alquran pada tahun 2013 yang dicetak oleh pihak penyedia dengan masalah ini diperlukan kehati-hatian sampai terdapat bukti yang sah secara hukum.
 
“Untuk memastikan hubungan antara pencetakan mushaf Alquran oleh penyedia pada tahun 2013 dengan masalah terompet berbahan cover mushaf Alquran tersebut diperlukan penelitian dan kehati-hatian, sehingga benar-benar ditemukan bukti yang meyakinkan dan sah secara hukum”, imbuhnya.
 
Oleh karena itu, pesan Mukhtar, agar masyarakat bersabar, tidak terprovokasi atas isu-isu yang berkembang, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pihaknya juga berharap agar Kepolisian hendaknya dapat melokalisir masalah tersebut agar tidak menjadi isu nasional di saat umat Kristiani tengah merayakan Natal.
 
“Kami minta kepada masyarakat agar tenang, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan kepada aparat hukum untuk menangani masalah ini dengan cepat. Demikian juga aparat Kementerian Agama di daerah sedang berkoordinasi secara intensif dengan aparat keamanan setempat agar masalah ini tidak melebar,” tutupnya. (thobib/foto:ilustrasi)