Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 22 September 2017 - 2 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Tanggulangi Klitih, KUA dan Pemerintah Kecamatan Kalasan adakan Program Maghrib Mengaji

  • Tuesday, 29 August 2017 | 15:20
  • Syam
  • berita
Sleman, bimasislam-- Beberapa tahun terakhir ini Fenomena klitih marak terjadi di Yogyakarta.Klitih sendiri berasal dari bahasa jawa, yang bermakna mencari kesibukan di saat senggang. Sementara dalam makna konteks kenakalan remaja Klitih / Nglitih adalah sekelompok orang atau remaja yang melakuakan kekerasan baik secara fisik maupun psikis terhadap kelompok atau orang lain.
 
Fenomena ini memang sangat meresahkan, terlebih pelakunya adalah kebanyakan remaja usia sekolah, keprihatinan ini cukup menyita berbagai pihak tak terkecuali pemerintah Kecamatan Kalasan, dengan menggandeng pegawai Kantor Urusan Agama, Polsek dan tokoh masyarakat, pemerintah kecamata Kalasan mengadakan program maghrib mengaji.

Program ini dilaksanakan setiap sebulan sekali di Masjid Sabilurosyad, Gatak 2 Selomartani, Kalasan Sleman.Acara ini sendiri dihadiri oleh beberapa orang dari unsur pemerintah kecamatan, Polsek, KUA dan masyarakat setempat.Hadir sebagai pembicara pada pertemuan ini adalah Ustadz Misbahul Anam, M.SI, selain sebagai pembicara.Kehadiran beliau juga merupakan perwakilan dari KUA Kecamatan Kalasan.
 
“Generasi muda harus kita bekali keimanan dan akhlak yang baik. Ini adalah fondasi bagi masa depan mereka,”ujarnya.

Imas Maswariah, salah seorang penyuluh kecamatan Kalasan, menyatakan bahwa program ini diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi menyelamatkan generasi muda dari prilaku klitih.
 
“Ini bukti nyata peran penyuluh di tengah-tengah masyarakat. Insya Allah kita akan terus menambah volume kegiatan seperti ini,” ujarnya.
 
(alatief-gresy)

Berita Lainnya

Menag: Kemenag Harus Mampu Sesuaikan Kebijakan Nasional yang Baru
Tingkatkan Produktifitas ASN, Ditjen Bimas Islam Training Pegawainya
Juara STQ Nasional Bisa Berkancah di Ajang Internasional
Melalui MTQ Internasional III, Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyyah