Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 20 Oktober 2017 - 30 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Subdit Halal Kunjungi Kantin Unik Halalan Thoyyiban di Universitas Brawijaya

  • Monday, 03 October 2016 | 11:35
  • sigit
  • berita
Malang, bimasislamMeski bukan kampus Islam, Universitas Brawijaya Malang memiliki konsepfoodcourt yang memenuhi standar halal, kantin tersebut diberi nama “Kantin Halalan Thayyiban”.
 
Dalam kunjungan kerja ke Kota Malang, Jawa Timur, selain melakukan pengawasan terhadap peredaran daging potong dari hulu hingga ke hilir, Subdit Produk Halal Kementerian Agama juga menyempatkan diri berkunjung ke kantin halalan thayyiban di universitas terbesar di Kota Apel itu.
 
Selain melakukan bimbingan dan pengawasan terhadap produk halal, kunjungan yang dilaksanakan pada Kamis (29/09) itu juga dimaksudkan dalam rangka persiapan penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) atas Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
 
“UMKM adalah pelaku usaha yang jauh lebih banyak dari pada pelaku usaha besar lainnya, Sehingga membutuhkan usaha banyak pihak. Maka kami amat mengapresiasi apa yang dilakukan Universitas Brawijaya ini.” Demikian disampaikan Fitriah Setia Rini, yangs aat ini aktif sebagai penyusun standar pelayanan pada Subdit Produk Halal, Ditjen Bimas Islam, saat memberikan pengantar.
 
Dikatakan Fitri, konsumsi terhadap produk berstatus halal merupakan bagian dari ajaran agama, sehingga dalam pelaksanaannya memerlukan perlindungan dari pemerintah. Sementara itu keberadaan Kota Malang yang memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) terbaik di Indonesia, dan Konsep kantin Halalan Thayiban di Universitas Brawijaya merupakan contoh yang perlu ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia. “TerkaitMalang Halal Destination, gaungnya besar sekali di Kementerian Agama.” Katanya.
 
Sebelumnya, wanita berkacamata itu juga telah melakukan pengawasan terhadap Rumah Potong Hewan di Kota Malang dan peredaran daging  potong di pasar-pasar.
“Kota Malang telah menyediakan daging halal, bukan hanya pada tata cara penyembelihan di RPH, tetapi juga penyaluran daging di pasar. Pasar memang memerlukan perhatian karena memegang posisi penting dalam penyediaan daging halal.” Terang Fitriah.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Halal Thoyyib Science Center Universitas Brawijaya, Herawati mengatakan, Malang Halal Destination dibentuk atas inisiasi Pusat Studi Halal Thoyyib Science Center Universitas Brawijaya dan pemerintah Kota Malang. Ketua Pelaksana pada Kelompok Kerja (Pokja) ini adalah Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Halal Thoyyib Science Center.
 
 
Dalam pertemuan itu, utusan Subdit Produk Halal Kementerian Agama mendapatkan pemaparan berupa presentasi dari Tim Pengelola Kantin Akademik Halalan Thoyyiban. Dalam persentasi itu, dijelaskan strategi Universitas Brawijaya menuju kantin halal thoyyib yang terdiri dari enam fase yaitu (1) penataan organisasi pengelola; (2) pemetaan kantin Univeritas Brawijaya; (3) sosialisasi tenant; (4) pelatihan tenant; (5) sertifikasi Dinas Kesehatan; dan (6) sertifikasi halal. Setelah melewati enam fase tersebut, barulah kemudian dibentuk Kantin Halalan Thoyyiban.
Proses pembentukan tersebut melibatkan Fakultas Teknologi Pertanian, Laboratorium Sains dan Ilmu Hayati, dan peran penting dari Pusat Studi Halal Thoyyib Science Center Universitas Brawijaya.
 
(sigit-anam/bimasislam)
 

Berita Lainnya

Dirjen Bimas Islam Tekankan Pentingnya Tri Sukses MTQ Nasional 2014
Ini 4 Tuntunan Al-Quran dalam Penggunaan Medsos Menurut Rektor IIQ
Muslim Thailand Kagumi Moral Perempuan Indonesia
Duh...Surat Kemenag Jabar Dipalsukan