Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Spirit Ajaran Islam dalam Grebeg Maulud
  • Tuesday, 29 December 2015 | 15:11
  • berita
"Cuaca cerah pagi itu seakan memberi pesan, sepanjang hari tidak akan turun hujan, dapat pula diartikan, upacara Gerebeg Maulud akan berjalan lancar. Ribuan masyarakat telah menunggu, mereka datang dari berbagai penjuru. Libur panjang bertepatan dengan natal dan tahun baru seakan menambah suasana Grebeg tahun ini makin spesial. Dari anak-anak sekolah, remaja hingga paruh baya tumplek bleg mengikuti puncak acara"
 
Yogyakarta, bimasislam-- Beragam cara umat Islam Indonesia dalam dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Diantara peringatan yang paling populer adalah upacara Grebeg Maulud yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta. Selain sebagai ajang  silaturahim antara Raja dengan rakyatnya, kegiatan ini mengandung spirit ajaran Islam yang sangat kental.    
 
Tahun ini, Grebeg Maulud diselenggarakan pada 12 Maulud bertepatan dengan tanggal 24 Desember 2014. Pada pagi hari, pukul 08.00, upacara dimulai dengan parade kesatuan prajurit Kraton yang mengenakan pakaian kebesarannya masing-masing.
 
Pantauan bimasislam puncak dari upacara ini adalah iring-iringan gunungan yang dibawa ke Masdjid Agung. Setelah di Masjid diselenggarakan do’a dan upacara persembahan ke hadirat Allah SWT, sebagian gunungan dibagi-bagikan pada masyarakat umum dengan cara diperebutkan. Tidak cuma warga Yogyakarta, tampak wisatawan mancanegara juga turut larut acra tahunan ini.  
 
Perlu diketahui, selain upacara Grebeg Maulud, terdapat juga upacara-upacara Grebeg yang lain, yakni Grebeg Syawal yang diselenggarakan pada tanggal 1 bulan Syawal, sebagai ungkapan terima kasih masyarakat kepada Tuhan dengan telah berhasil diselesaikannya ibadah puasa selama satu bulan penuh dibulan Suci Ramadhan. Selanjutnya adalah Grebeg Besar yang diselenggarakan pada tanggal 10 bulan Besar, berkaitan dengan peringatan hari Raya QurbanIdhul Adha. Dari tiga upacara Grebeg, ketiganya senantiasa mengandung spirit ajaran Islam yang sangat kental.
 
Upacara Grebeg yang dikenalkan pertama kali oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I ini merupakan upacara yang dulunya diadakan bertujuan untuk senantiasa menyebarkan dan melindungi agama Islam. Istilah Grebeg dikenal menurut sejarahnya berawal dari peristiwa keluarnya Sultan dari Istana atau sering disebut dengan Miyos untuk memberikan gunungan kepada rakyatnya.
 
Upacara Grebeg merupakan ritual budaya sebagai puncak perayaan sekaten untuk memperingati hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.Grebeg berasal dari kata "gumrebeg" yang berarti riuh dan ramai. Hal itu mengambarkan pada saat acara grebeg, suasananya sangat riuh dan ramai.
 
Ada banyak makna yang terkandung dalam perayaan Grebeg di Yogjakarta. Perayaan ini selain memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW juga ada hubungan yang sangat dekat antara pemimpin dengan rakyatnya. Seorang raja memberikan berbagai hasil bumi untuk kemakmuran rakyat yang disimbolkan dengan Gunungan. Gunungan dalam upacara grebeg mempunyai makna filosofi tersendiri. Gunungan tersebut terbuat dari hasil bumi seperti palawija, buah dan sayur-sayuran serta jajan pasar. Gunungan yang berisi hasil bumi tersebut melambangkan bahwa Sang Raja mengayomi untuk kemakmuran rakyat. (syam/foto:ilustrasi)