Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 20 Oktober 2017 - 30 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Siap, Jelang Pembukaan MTQ Nasional Ke-26 di Kota Mataram

  • Saturday, 30 July 2016 | 16:22
  • thobib al-asyhar
  • berita
Mataram, bimasislam-- Presiden RI dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo direncanakan hadir dan membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-26 di kota Mataram. Pembukaan MTQ Tingkat Nasional ke-26 akan dilangsungkan di Astaka Utama Islamic Centre, Kota MataramNusa Tenggara Barat.
 
 Guna memastikan kesiapan pembukaan dan perlombaan, Machasin  Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama mengatakan hingga siang ini secara teknis panitia sudah siap. Demikian dikatakan dalam Konferensi Pers  (30/7/2016)  di Media Center MTQN gedung Pendidikan lantai 2 Islamic Center. 
 
Machasin yang juga menjabat Ketua Lembaga Tilawatil Quran Pusat menambahkan,  Penggunaan aplikasi e-MTQ telah memudahkan pendaftaran calon peserta dan juga terbukti memudahkan untuk menyeleksi dokumen peserta yang tidak valid, baik sengaja maupun tidak.  Jumlah  seluruh peserta yang mendaftar sebanyak 1303, yang LULUS administrasi sebanyak 1200 orang.  103 peserta mendaftar tidak lulus administrasi.
 
“Apresiasi perlu diberikan kepada Tim Verifikasi dokumen yang bekerja keras untuk mewujudkan pelaksanaan musabaqah yang kredibel. Dan diharapkan pola seperti ini dapat diterapkan pada gelaran MTQ di setiap daerah.” Lanjutnya
 
Dari 1200 peserta hingga saat ini ada 1193 orang telah mendaftar ulang. Sedangkan  yang tidak mendaftar  sebanyak 7 orang.
Selain mekanisme pendaftaran melalui e-MTQ, satu hal baru dalam MTQ kali ini adalah kertas yang digunakan untuk maqra (sesuatu batasan ayat/kisah yang akan di baca/dilombakan) dibuat dengan kertas berciri khusus. Hal itu juga untuk mendukung sistem penjurian yang dilakukan oleh Dewan Hakim agar penilaian peserta dapat berjalan dengan bersih, jujur, tertib, sehingga dapat menghasilkan para juara yang memiliki kualifikasi tinggi untuk musabaqah tingkat dunia.
 
Mengenai kualifikasi Dewan Hakim, Machasin menyebutkan bahwa musabaqah ke-26 ini diketuai oleh  KH. Said Agil Al-Munawwar. Seluruh dewan hakim akan dilantik oleh Menteri Agama pukul 16.00 WITA sore ini di Hotel Golden Palace Mataram.
 
“ Mereka adalah para ahli di bidangnya masing-masing yang datang dari berbagai provinsi yang memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan Alquran. Sebelum perlombaan dewan hakim steril baik dari peserta ataupun alat komunikasi ” Terangnya
 
Guru besar Sejarah Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menghimbau saat perlombaan nanti jika peserta atau official yang ingin menyampaikan pengaduan jika di duga terjadi kejanggalan atau ketidakteraturan administrasi akibat disengaja atau tidak oleh panitia maupun dewan hakim dapat disampaikan langsung pada setiap cabang yang dilombakan.
 
 Sementara itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muh. Amin  selaku ketua panitia daerah, juga menegaskan kesiapan NTB jelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-26 di Mataram.
 
“43 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1973, dengan segala keterbatasan sarana dan prasana saja, NTB sudah mampu menjadi penyelenggara yang baik event membumikan Al- quran ini,” kata Wagub saat jumpa pers bersama Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Machasin.
 
Untuk itu, pada penyelenggaraan tahun ini, dengan segala bentuk persiapan matang serta koordinasi yang baik antara panitia daerah dengan panitia pusat, Wagub optimis pelaksaaan kali ini bisa sukses, baik sukses dari segi penyelenggara, sukses secara ekonomi dan prestasi.
 
”Kami pemerintah dan masyarakat Provinsi NTB menyambut baik dan antusias sebagai tuan rumah event besar ini dan insya Allah dengan segala potensi dan kekuatan, kami akan memberikan pelayanan terbaik dari segi fasilitas, termasuk keamanan, akomodasi, transportasi, dan media center yang menyediakan segala bentuk informasi terkait MTQ dalam bentuk digital,” jelasnya.
 
Tema MTQ Nasional ke -26 di Mataram ini adalah Mewujudkan Revolusi Mental melalui Penerapan Islam Rahmatan Lil Alamin merupakan salah satu bagian upaya Kemenag dalam mewujudkan revolusi mental dengan penerapan Islam Rahmatan Lil Alamin. Tema ini penting di tengah upaya kita melakukan gerakan nasional revolusi mental, dan MTQ sebagai momen yang sangat tepat. Di tengah berbagai konflik di dunia Islam akibat sektarianisme akut, tema tersebut mengandung pesan khusus pentingnya umat Islam menjaga harmoni sosial baik antar maupun intern umat. Apalagi MTQ bukan samata ajang festival keagamaan, tetapi juga festival budaya, sosial, dan ekonomi.
 
(thobib/MC/bimasislam)

Berita Lainnya

MTQ Menyampaikan Pentingnya Aktualisasi Nilai-nilai al-Quran untuk Memperkuat Sistem Kebangsaan
Ramaikan STQ Kaltara, Bimas Islam Akan Buka Empat Stand Pameran
Ini Penjelasan Dirjen Bimas Islam Soal Bacaan Alquran dengan Langgam Nusantara
Presiden: Jauhi Paham Radikalime dan Terorisme, Bangun Toleransi dan Persamaan