Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 20 Oktober 2017 - 30 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Secara Psikologis dan Yuridis, Nazhir Harus Didorong untuk Jaga Kelestarian Aset Wakaf

  • Tuesday, 19 May 2015 | 10:03
  • Administrator
  • berita
Makassar, bimasislamDalam rangka untuk menjaga keamanan aset-aset wakaf, dalam hal ini tanah wakaf, Ditjen Bimas Islam dhi Direktorat Pemberdayaan Wakaf menyelenggarakan Pembinaan Administrasi Perwakafan, Kompetensi dan Lembaga Wakaf dan Lokakarya Regulasi Perwakafan Tahun 2015 di D’ Maleo Hotel, Makassar, 15-17 Mei 2015. Dalam sambutan pembukaannya, Sekjen Kemenag RI, Nur Syam, mengatakan bahwa besarnya aset wakaf harus jadi perhatian semua pihak.
 
“Nazhir harus kita dorong secara psikologis agar mereka semakin bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan aset-aset wakaf. Aset tanah wakaf itu sangat besar, maka Nazhir berkewajiban untuk memeliharanya hingga tidak ada pihak-pihak lain yang menyerobot secara tidak sah”, tegas mantan Dirjen Pendis ini.
 
Lebih lanjut Nur Syam mengatakan, salah satu cara mengamankan itu juga dengan mengelola secara produktif agar memiliki nilai sosial bagi kepentingan masyarakat.
 
“Jumlah yang sangat besar, melebihi luas tanah negeri Jiran Singapura, harusnya dapat diberdayakan dan dikembangkan agar memiliki manfaat besar untuk kesejahteraan publik”, ujarnya.
 
Tentu, imbuhnya, hal juga penting adalah seluruh aset tanah wakaf diurus sertifikasinya sebagai cara untuk melindungi secara hukum (yuridis). Dengan perlindungan hukum seperti itu maka orang tidak mudah untuk melakukan ruislag atau penyerobotan yang tidak bertanggung jawab.
 
Hadir sebagai nara sumber selain Sekjen Kemenag adalah mantan Wakil menteri Agama, Nasaruddin Umar, Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Direktur Pemberdayaan Wakaf, Hamka, dan lain-lain. Sementara para pesertanya adalah Nazhir se-Sulawesi Selatan, baik berbadan hukum maupun organisasi. (yahya-thobib/foto:bimasislam) 

Berita Lainnya

Kyai Manarul Hidayat: Banyak Pemimpin Besar Diasuh oleh Seorang Janda
Euis Sri Mulyani: Keindahan Seni Dapat Bentuk Ekspresi Keagamaan Secara Santun dan Moderat
Indonesia Harus Percaya Diri Membangun Standar Baku Hisab Arah Kiblat dan Awal Waktu Shalat
Begini Meriahnya Cabang Tilawah Dewasa