Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Selasa , 23 Mei 2017 - 26 Syaaban 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Satu lagi Peran Penyuluh, Berikan Informasi dan Penjelasan Wakaf!

  • Wednesday, 15 March 2017 | 12:20
  • sigit
  • berita
Makasar, bimasislamZakat dan wakaf dapat menjadi  pilar pengembangan ekonomi syariah. Pemberdayaan zakat dan wakaf yang dikelola secara profesional akan dapat mensejahterakan umat. Namun masih terdapat sejumlah persoalan zakat dan wakaf di Sulawesi Selatan, sehingga pemanfaatannya kurang optimal. Demikian informasi yang disampaikan oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Roppe.
 
Kepada bimasislam, Roppe menyampaikan bahwa sebenarnya masyarakat Sulawesi Selatan adalah masyarakat yang senang sekali mewakafkan hartanya.  “Namun sering kali harta yang diwakafkan tidak lengkap dokumen wakafnya”, papar Roppe. Akibatnya acap kali percekcokan terjadi antara penggelola tanah wakaf dengan pihak keluarga yang mewakafkan tanah tersebut.
 
“Oleh karena itu saat ini kami sedang menggiatkan pengamanan aset wakaf umat dengan mendorong dilakukannya sertifikasi tanah wakaf”, sambung Kepala Bidang.
 
Kepastian kepemilikan tanah wakaf yang ditandai dengan adanya sertifikat tanah wakaf. Hal ini akan memberikan kejelasan kepada pengelola untuk dapat melakukan pemberdayaan tanah wakaf. Dalam hal ini Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan Penyuluh Agama Islam untuk dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi tanah wakaf kepada masyarakat.
 
“Jika tanah wakaf memiliki sertifikat artinya tanahnya jelas sebagai aset wakaf akan terjamin dan tidak akan menimbulkan sengketa dikemudian hari”, tegas Roppe.
 
Roppe memandang bahwa Penyuluah Agama Islam sangat berperan dalam memberikaninformasidanpenjelasantentang  wakaf  kepada masyarakat. Untuk itu para penyuluh juga dibekali dengan pengetahuan tentang wakaf.  
 
Sedangkan dalam upaya mengoptimalkan pemberdayaan zakat umat, Roppe menyampaikan bahwa fokus Kanwil saat ini adalah melakukan penguatan kelembagaan pengumpul zakat. Namun demikian Kanwil juga mendorong agar terselenggaranya pengelolaan zakat yang profesional.
 
Menurut Roppe bahwa pengelolaan zakat yang baik sangatlah penting untuk dapat mengatasi permasalahan perekonomian umat. “Orang-orang yang bekerja di lembaga pengumpul zakat haruslah berkompenten dalam pengelolaan zakat”  tambah Kepala Bidang.
 
Roppe menegaskan agar lembaga pengelola zakat dapat meningkatkan kepercayaan wajib zakat untuk mengelola dana zakat mereka. Dalam hal ini Pemerintah berperan dalam melakukan pengawasan terhadap lembaga pengelola dana zakat, sehingga kesejahteraan umat dapat meningkat.
 
(lady/bimasislam)

Berita Lainnya

Selama Ramadhan, BAZNAS Sebar Pasukan Umar bin Khattab
Hidup Ada Batasnya, Seberapa Besar Dimanfaatkan untuk Kebajikan?
Ini Hasil Review Inspektorat Terhadap Setoran PNBP NR 2015 di KUA
Siapakah Grand Syaikh Ahmad Al-Thayeb?