Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Kamis , 19 Oktober 2017 - 29 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Saat Tommy Kurniawan Kelelahan Dampingi Penghulu

  • Monday, 09 October 2017 | 13:33
  • sigit
  • berita
Sumba, Bimasislam—Artis Tommy Kurniawan mengaku kelelahan saat mendampingi Ahmad Hamdi Mulyo, seorang penghulu kecamatan Katikutana, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, artis kelahiran 15 September 1984 itu harus mendampingi perjalanan penghulu dari kantor KUA ke lokasi akad nikah yang lokasinya cukup jauh dan medan yang berbukit-bukit.
 
“Capek juga ya pak. Bapak ga capek, pak?” tanyanya.
 
Ahmad Hamdi, yang sudah mengabdi sebagai penghulu sejak 2006 hanya tersenyum dan menjawab “Sudah biasa, mas”.
 
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, menjelang malam Tommy dan penghulu akhirnya tiba di sebuah perkampungan, dimana rumah penduduk masih beratapkan dedauan dan dinding dari anyaman bambu. Meski tanpa fasilitas listrik yang memadai, prosesi akad nikah bagi penduduk setempat berjalan dengan lancar.
 
Fragmen tersebut menjadi salah satu scene pada program “Beriman” yang tayang di stasiun televisi Trans TV, yang secara khusus meliput pengabdian penghulu dan penyuluh di Pulau Sumba, NTT.
 
Dalam program tersebut, selain berperan mendampingi tugas penghulu, Tommy Kurniawan juga mewawancarai penyuluh agama Islam di Desa Narada, Kecamatan Mamboro, sebuah kampung Muslim di tepi laut dengan tanah kering dan berbatu-batu.
 
Mendapat kesempatan syuting di lokasi tersebut, Tommy mengaku tersentuh dan mengajak umat Muslim untuk turut membantu penduduk Desa tersebut yang kesulitan air. “Anak-anak di sini terlihat sangat senang dan bahagia, bahkan semangat dalam menuntut agama Islam, tapi tahukah Anda dibalik itu perjuangan mereka untuk melakukan itu sangatlah luar biasa.” ujarnya.
 
Penduduk Desa Narada, ditambahkan Tommy, tengah kesulitan air bersih. Untuk berwudhu, mereka menggunakan kotak jerigen berisi air yang dilubangi di bagian bawahnya. Melalui akun Instagramnya, Tommy mengajak netizen beramai-ramai menggalang bantuan bagi penduduk Desa Narada.
 
Program Beriman Trans TV yang meliput pengabdian penyuluh dan penghulu di NTT merupakan kerjasama antara Ditjen Bimas Islam dengan Stasiun Televisi Trans TV.
 
(Sigit-Nizar/bimasislam)

Berita Lainnya

Terkait SIMBI, ini Arahan Sesditjen kepada Kabid Bimas Islam se-Indonesia
Kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar Kampanyekan Perdamaian
Dirjen Bimas Islam: Blanko Nikah yang Sudah Ada Jangan Diotak-atik!
Dirjen Bimas Islam Apresiasi Serapan Anggaran 2013 Capai 92 Persen