Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Ahad , 30 April 2017 - 3 Syaaban 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

RI - UEA Kerjasama Pengiriman Imam Masjid

  • Monday, 17 April 2017 | 08:09
  • sigit
  • berita
Jakarta, bimasislam – Untuk pertama kalinya Kementerian Agama bekerjasama dengan Lembaga Urusan Agama Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab dalam melakukan seleksi Imam masjid yang akan bertugas di masjid-masjid di Abu Dhabi. Sebelumnya pengiriman seorang Imam berdasarkan pengalaman mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
 
Dalam sambutannya Muhammad Ubaid menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Indonesia. Dirinya mengaku senang atas sambutan yang diterimanya, antusiasme dan kemampuan para peserta. Kedepan bahkan diharapkan terjalin kerjasama yang lebih luas.
 
“Terimakasih kepada pemerintah Indonesia atas sambutan yang baik. Saya berharap hubungan ini akan terus terjalin dan saling mencintai, kita berharap kerjasama ini bisa lebih luas lagi”, kata Ubaid, saat upacara penutupan Seleksi da’i dan Imam masjid yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI di Jakarta, Minggu (16/4)  .
 
Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Muhammad Tambrin menyampaikan ucapan terimakasih karena telah memilih Indonesia sebagai lokasi seleksi Imam masjid untuk ditempatkan di Uni Emirat Arat. Selama ini, lanjut Tambrin pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama terus melakukan pendidikan agama terutama dalam hal pengkajian Ilmu-ilmu al-Qur’an
 
Selain itu, Tambrin juga mengungkapkan bahwa bahwa Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia dan disaat yang sama Indonesia sebagai negara yang menjalankan sistem demokrasi terbesar ke tiga di dunia. “Kami disini hidup berdampingan dan mengedepankan nilai nilai toleransi”, ungkap Mantan Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan ini.
 
Sebanyak 60 peserta telah mengikuti test seleksi selama dua hari, 15-16 April 2017. Peserta berasal dari latar belakang dan kota berbeda. Mereka diantaranya adalah para lulusan pondok pesantren, perguruan tinggi Islam, lembaga tahfidz dan peserta MTQ. Tidak hanya dari Jabodetabek, para peserta berasal dari Sulawesi Selatan, Palembang, Banten, Jambi, Palangkaraya dan Lampung. 
 
Ada enam utusan atau yang disebut dengan syeikh langsung datang dari Dhubai untuk melakukan seleksi. Delegasi dipimpin oleh Muhammad Ubaid Rosyid Al Mazru’i (Direktur Eksekutif Urusan Islam), beranggotakan Hamad Yusuf Hamad (Direktur Eksekutif Layanan), DR. Abdul Azis Abdullah (Direktur Otoritas di Al Ain), Muhammad Hamad Al Khobiri (Staff Ahli), Rosyid Muhammad Hamad (Penceramah), Adil Muhammad Abdullah (Staf Administrasi).
 
Selama tes seleksi berlangsung, para peserta tidak mengalami kendala berarti. Nampak hafalan dan keindahan suara menjadi perhatian khusus tim dari Emirat Arab. Selain itu, para calon Imam ini juga harus menguasai Ilmu Fiqih, hafal minimal 20 juz, dan berpengalaman dalam berkhutbah sebagai syarat utama.
 
Peserta lulus seleksi akan menandatangani kontrak selama dua tahun dengan tunjangan sebesar AED 6.300 atau 22 Juta rupiah. Jika selama bertugas mendapat respon baik dari masayarakat maka kontrak akan diperpanjang.  
 
(syamsuddin/bimasislam)

Berita Lainnya

Temuan Litbang, Pengetahuan Pelaku Usaha Kecil tentang UU JPH Masih Rendah
Trend Baru: Akad Nikah di KUA
Perguruan Tinggi Adalah Mitra Strategis Sistem Jaminan Halal
Dont Hurry to Get Marry, Tagline Kampanye Pendewasaan Usia Nikah di Jogja