Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Selasa , 23 Mei 2017 - 26 Syaaban 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Radikalisme Berbasis Agama di Sulteng, Kelompok Santoso Masih Jadi Ancaman

  • Monday, 14 December 2015 | 11:19
  • Administrator
  • berita
Palu, bimasislamFenomena radikalisme berbasis agama di Sulawesi Tengah masih menyisakan problem. Beberapa tahun terakhir, daerah ini pernah bergejolak, khususnya kabupatena Poso yang menjadi pusat gerakan radikalisme atau terorisme.
 
Dalam sambutannya pada Sarasehan Penanggulangan Radikalisme Berbasis Agama, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Zulkifli Taher, menekankan bahwa pihaknya telah secara intensif melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah gerakan terorisme, baik dengan Polda, BNPT, maupun pihak lainnya.
 
“Masalah terorisme di Silteng, khususnya di kabupaten Poso, sebenarnya sudah selesai. Hanya saja kelompok Santoso hingga saat ini belum tertangkap. Orangnya kurus, kerempeng, tapi kenapa sulit ditangkap”, tegas mantan Kabid Urais dan Binsyar di hadapan 200 peserta di hotel Swissbell hotel, Palu (7/12).
 
Zulkiffi juga menambahkan bahwa Saudara Kabid Urais dan Binsyar Kemenag Sulteng yang berasal dari Poso memiliki program yang bagus dalam penanggulangan masalah ini.
 
“Pak Kabid Urais dan Binsyar itu aslinya Poso dan pernah menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Poso. Jadi beliau mengerti detail soal peta radikalisme berbasis agama”, tambahnya.
 
Berdasarkan catatan bimasislam, kisah tentang Santoso telah diberitakan oleh beberapa media online. Salah satu kisahnya disampaikan oleh pendeta Rinaldy Damanik, tokoh Kristen di Kabupaten Poso, beberapa waktu laluSantoso saat ini dicari polisi karena serangkaian aksi teror di Kabupaten Poso dan Provinsi Sulawesi Tengah.
 
Santoso saat ini bersembunyi di hutan bersama 19 orang anggotanya, dan menamakan kelompoknya sebagai Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Pendeta Damanik tak menyangka, Santoso yang dikenal ramah tersebut terlibat jaringan terorisme yang membuat Mabes Polri kesulitan mencarinya. Bahkan Santoso juga pernah singgah ke rumah pendeta Damanik yang berada di Tentena, sebuah kota kecil di tepian Danau PosoMenurut dia, Santoso adalah pria yang cukup humoris dan pandai bergaul sehingga mudah mendapatkan teman.
 
Santoso dan kelompoknya terakhir terlihat di rekaman video yang dirilis Polda Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Video tersebut didapatkan ketika pasukan keamanan terlibat baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata pada Oktober 2014. Kelompok yang dipimpin Santoso itu akhirnya terdesak, dan lari ke tengah hutan dengan meninggalkan sejumlah barang bukti, antara lain “handycam” berisi rekaman video. Rekaman tersebut berisi video yang sudah dipotong-potong menjadi beberapa gambar berdurasi beberapa detik. Di dalam rekaman terlihat Santoso berlatih perang dengan cara menyeberangi sungai sambil membawa senjata laras panjang. Kepala Santoso ditutup daun agar tidak terlihat oleh musuh.
 
Selain itu, terlihat anggota kelompok teroris lainnya melakukan aksi salto ke dalam air sambil memegang senjata api. Di dalam video tersebut, mereka juga mendeklarasikan telah bergabung dengan kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS). Mereka juga mengancam warga yang ada di sekitar hutan yang menjadi tempat persembunyian Santoso agar tidak melapor ke polisi jika ingin selamat. (thobib/foto:bimasislam)

Berita Lainnya

Muhammadiyah Amin: Tahun 2014, Kinerja Bimas Islam Harus Lebih Baik
Alhamdulillah, Menag Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada Jumat, 17 Juli 2015
Menag: Indonesia Harus Jadi Model Penyatuan Kalender Hijriyah
Pendekatan Kekerabatan KUA Parigi dalam Pelayanan Publik