Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Polri Apresiasi Langkah Kemenag Lawan Hoax
  • Monday, 17 April 2017 | 07:53
  • sigit
  • berita
Jakarta, bimasislam—Akhir akhir ini, kabar bohong atau hoax ramai beredar di dunia  maya, tanpa diketahui siapa yang pertama  menyebarnya. Pesan itu dinilai telah mengundang amarah atau rasa takut  pengguna. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, viral hoax telah menyebabkan kemarahan oleh karenanya negara harus melakukan sesuatu.
 
“Ilmu pengetahuan  dan teknologi  disalahgunakan untuk  hal-hal negative, negara harus  melakukan  sesuatu untuk  mencegahnya, saya melihat Kementerian Agama telah melakukan sesuatu yang kongrit, kami sangat memberi apresiasi”, Kata Rikwanto dalam acara Temu Konsultasi Pengelola Media yang digelar Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kemenag, Kamis (13/04)
 
Saat ini, menurt Rikwanto telah terjadi penyalahgunaan IPTEK, sarana teknologi tidak digunakan  untuk  memajukan  kemanusiaan,  tapi digunakan untuk hal-hal  negatif.  Oleh karena itu, semua pihak harus melakukan sesuatu untuk  mengembalikan  kepercayaan  masyarakat  kepada berita- berita yang benar.
 
“Pertemuan seperti ini sangat penting, sebagai upaya  mengembalikan  otoritas kebenaran  faktual media arus  utama, mengembalikan  kepercayaan  pada profesi  jurnalis”, ujarnya.
 
Rikwanto lantas memaparkan data bahwa di Indonesia kini ada sekitar 2.000 media cetak. Namun dari jumlah tersebut  hanya 321 media cetak yang memenuhi syarat disebut sebagai media profesional. Sedangkan media online atau siber diperkirakan  mencapai angka 43.300, tapi yang tercatat sebagai  media profesional yang lolos verifikasi hanya hanya  168 media online. Selain itu hingga akhir 2014 tercatat ada 674 media radio dan 523 media televisi.
 
Sebelumnya, Sekjen Kemenag Nur Syam saat membuka acara mewakili Menteri Agama menyampaikan bahwa di jaman yang semakin canggih sekarang ini, setiap orang bisa bebas menulis berita dengan berpendapat sesuai dengan versinya sendiri. Mengingat mudahnya penyebaran berita-berita hoax tersebut, dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan maka diperlukan penyamaan persepsi para pengelola media untuk bersama-sama melawan Hoax.
 
“Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, hendaknya semua pihak berperan aktif dalam menjaga kesucian mulai dari niat, ucapan dan tindakan khususnya pengelola media baik elektronik maupun media cetak dalam mengimbangi pengaruh negativ dari trend globalisasi informasi”, pesan Nur Syam.

(Syam/bimasislam)