Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 22 September 2017 - 2 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Perkuat Peran Dakwah, Dai Harus Memiliki Karakter, Inisiatif, dan Inovasi

  • Friday, 28 February 2014 | 16:08
  • Administrator
  • berita
Jakarta, bimasislam-- Peran Penyuluh Agama Islam (PAI) kini tidak lagi sebatas bergerak pada bidang pembinaan keagamaan. Para penyuluh tidak lagi sebatas berdakwah di masjid, mushalla maupun majelis taklim, melainkan juga berperan dalam pengembangan bidang-bidang kemasyarakatan agar dakwah lebih luas maknanya dan berdampak bagi perubahan di masyarakat. Di sinilah para penyuluh harus berkarakter, memiliki inisiatif dan inovatif dalam memberi warna bagi pengembangan di masyarakat.

Direktorat Penerangan Agama Islam telah menjalankan berbagai program berkaitan dengan pengembangan peran penyuluh agama Islam melalui pasrtisipasi aktif dalam bidang-bidang pengembangan masyarakat. Sebagai contoh, dalam tiga tahun ini para penyuluh diberikan pelatihan entrepreneur khususnya di daerah transmigrasi, pelayanan konseling pada LAPAS serta pelatihan pendampingan pengembangan usaha kecil.

Menurut Direktur Penerangan Agama Islam Dra. Hj. Euis Sri Mulyani, M.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (28/2), kebijakan ini sejalan dengan visi pengembangan penyuluhan agama Islam yaitu meningkatkan partisipasi secara luas para penyuluh agama Islam dalam pengembangan masyarakat. Menurutnya, kebijakan ini mendorong para penyuluh berperan aktif dalam berbagai aspek pengembangan kemasyarakatan, baik ekonomi, sosial-budaya maupun pendidikan. Bahkan, para penyuluh pada LAPAS menegaskan bahwa keberadaannya begitu sangat dibutuhkan lintas sektoral.

Para penyuluh kita siap bekerjasama dengan siapapun terkait pengembangan kemasyarakatan. Karena kita menyiapkan para penyuluh ini tidak hanya pandai berdakwah, melainkan juga memiliki keahlian-keahlian lain yang sesuai dengan kebutuhan di masyarakat”, tuturnya.

Dihubungi secara terpisah, Thohar al-Abza, praktisi dakwah dan dosen STAIN Jayapura menambahkan, dalam mengimbangai arus modernitas dan tuntutan masyarakat, para dai/penyuluh agama Islam harus peka terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga dakwah tidak lagi  monoton melainkan sangat variatif dan solutif. Dai/penyuluh bisa berperan dalam pengembangan ekonomi, sosial-budaya dan lainnya. Selain akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, para penyuluh akan semakin strategis posisinya dalam arus perubahan di masyarakat.
Dalam catatan bimasislam, terdapat beberapa contoh peran penyuluh dalam pengembangan masyarakat, diantaranya pembinaan dan pendampingan PSK di Kabupaten Cirebon, pendampingan usaha kecil dan kelompok di Kabupaten Tasikmalaya, penyuluhan pada LAPAS di Yogyakarta serta pendampingan usaha pada masyarakat transmigrasi di Provinsi Bengkulu. (kangjeje/foto:bimasislam)

Berita Lainnya

Melihat Kembali Sisi Islami Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Bagian II
Di Tasik, Angka Perceraian dan Penikahan Anak Perlu Dapat Pehatian
Ini Ragam Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia
Menteri Agama Inginkan Sistem Informasi Seluruh Satker Terintegrasi