Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Selasa , 22 Agustus 2017 - 30 Zulkaedah 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Perkuat Fungsi Masjid, LTM PBNU Luncurkan BBM_Berkah

  • Thursday, 18 May 2017 | 15:09
  • sigit
  • berita
Jakarta, bimasislam — Lembaga Ta’mir MasjidPengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) meluncurkan programBBM-Berkah. Dipusatkan di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU Lt. 1, Ketua PBNU Bidang Masjid dan Dakwah, KH. Manan Abdul Ghani, secara resmi meluncurkan program yang bertujuan menggerakan masjid sebagai pusat benteng PBNU. Acara ini dihadiri 60 orang dari 10 Daerah stimulan, diantaranya Tim BBM Berkah Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, serta tim dari lima Kota administratif di Jakarta.

Dalam sambutannya, KH. Manan Abdul Ghani menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim LTM PBNU yang telah melakukan banyak inovasi dalam rangka memakmurkan masjid-masjid di seluruh Indonesia. PBNU telah menetapkan masjid sebagai benteng NKRI, harus dijaga kesuciannya dari berbagai aktifitas yang dapat mengganggu keutuhan NKRI.

“Sekarang ini di masyarakat sedang terjadi anomali budaya yang luar biasa. Di satu sisi semangat keberagamaan masyarakat meningkat, namun pada saat yang sama nilai-nilai prinsipil keagamaan terkesampingkan. Satu sisi semangat membangun masjid megah begitu luar biasa, namun pada saat yang sama masjidnya sepi-sepi saja,” ujarnya. 

Kyai Manan melanjutkan, bahwa masjid-masjid kini sepi pemuda. Hal ini terjadi karena faktor eksternal dan internal masjid. Secara eksternal, daya tarik di luar masjid terlalu kuat dan luar biasa. Di luar sana banyak menawarkan beragam kreasi kebebasan dan kesenangan dengan aneka bentuk dan intensinya. Sedangkan, pada saat yang sama, secara internal masjid terkesan dan kaku dan jumud bagi kepentingan ekspresi pemuda. Kepentingan jiwa muda yang ekspresif dan petualang belum terakomodir oleh ideologi dan sistem manajemen kemasjidan sekarang.

“Fakta menunjukan, masjid-masjid kini menjadi incaran strategis bagi persemaian paham yang anti PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945-red),” ungkapnya dengan penuh semangat.

Di tempat yang sama, Ketua Program BBM, Ali Sobirin El-Muannatsy, menyebut program ini sebagai program unggulan untuk bangsa. Sejak dirintih pada tahun 2013, telah banyak respon positif dari masyarakat, salah satunya dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam program bersih-bersih masjid ini.

“Kami berharap program BBM_Berkah secara serentak ini diikuti oleh seluruh komponen masyarakat, utamanya struktural dan kultural Nahdliyyin. Sampai saat ini sudah ada beberapa LTM PCNU dan tim BBM_Berkah di empat provinsi yang positif berpartisipasi, antara lain di bawah koordinasi LTM PWNU Jawa Timur, LTM PWNU Jawa Barat, LTM PWNU Lampung, LTM PWNU Sulut, Pagar Nusa Bali, dan Ansor Pekalongan,” ujarnya singkat.

Also, begitu biasa dipanggil, menegaskan bahwa BBM Berkah bertujuan menyapa menyapa warga Nahdliyyin dalam bentuk pelayanan langsung bersih-bersih masjid yang kemudian ditindak-lanjuti dengan pendampingan-pendampingan sesuai kebutuhan jamaah, melakukan revitalisasi peran dan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan jamaah dan melakukan pembinaan generasi muda masjid.

Lelaki kelahiran Kota Tegal ini memaparkan lebih detail program BBM-Berkah ini. Ada tiga hal yang dilakukan melalui aksi bersih-bersih masjid, antara lain: pertama, bersih-bersih fisik masjid dan sekitarnya, kedua, bersih-bersih fikir, yaitu melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada Ta’mir Masjid untuk senantiasa berpikir dan bertindak positif dalam rangka menghidupkan masjid sebagai pusat pelayanan jamaah. Kerja-kerja yang dilakukan berupa pelatihan, seperti Madrasah Kader Muharrik Masjid dan Dakwah, Pelatihan Pemuda Muharrik Masjid, Pelatihan 7 Aksi Pelayanan Jamaah, Pelatihan 7 Langkah Percepatan Rizki, Pelatihan GISMAS (Gerakan Infak Sedekah Memakmurkan Masjid dan Jamaah), Pelatihan Manajemen Masjid Ramah Pemuda, dan  lain-lain. 

Ketiga, bersih-bersih hati, yaitu melakukan pembinaan kepada Ta’mir Masjid agar  senantiasa menjaga hati jamaahnya untuk tetap dalam keimanan dan ketakwaan. Di antara kegiatannya berupa Pelatihan Shalat Sempurna ala Rasulullah saw., Pelatihan Percepatan menuju Baitullah, Pelatihan Penyuluh Kesehatan [Alternatif], dan lain-lain.
 
(Jaja Zarkasyi)
 
 
 

Berita Lainnya

Dianggap Meresahkan dan Belum Berijin Kesbangpol, Ormas GAFATAR Perlu Dikaji Mendalam
Draf RPP JPH Sampai Tahap Pembahasan Antar Instansi Pemerintah
7 Makna MTQ 2016 Lalu bagi Warga NTB
Direktorat Zakat Beri Masukan Hasil Penelitian Bank Indonesia