Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 20 Oktober 2017 - 30 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Peringati Pekan Pancasila, Urais Binsyar Gelar Bedah Buku Islam dan Kebangsaan

  • Thursday, 08 June 2017 | 13:08
  • sigit
  • berita
Jakarta, bimasislamPeringatan Pekan Pancasila Tahun 2017 di lingkungan Ditjen Bimas Islam dilaksanakan dengan membedah dua buku keislaman popular, yaitu Islam Nusantara; Dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan (Mizan, 2015) dan buku Islam Berkemajuan untuk Peradaban Dunia (Mizan, 2015). Bedah buku digelar di Ruang Pertemuan Lantai IV, Gedung Kementerian Agama Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Rabu (07/06).
 
Dalam sambutannya, Direktur Urais dan Pembinaan Syariah, Muhammad Tambrin, menyatakan bahwa buku Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan dan Buku Islam Berkemajuan untuk Perdaban Dunia, keduanya merupakan pembahasan yang masing-masing menjadi tema dalam Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, dan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar. Dari kedua tema tersebut, lanjut Tambrin gaung Islam Indonesia yang mengakarkan diri pada nilai-nilai moderatisme (tawasuth) dan toleransi (tasamuh), selanjutnya menjadi jembatan temu bagi gagasan keislaman di satu sisi dengan gagasan kebangsaan di sisi yang lain. Buah dari titik temu itulah yang kemudian menjadi puncak keberkahan falsafah negara Indonesia, yaitu Pancasila.
 
Hadir sebagai pembedah dua buku tersebut, yaitu, Thobib Al-Ahsyar, Dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, dan Pipit Aidul Fitriyana, Redaktur Pelaksana Jurnal Ma’arif.
 
Dalam pemaparannya, Thobib menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan potret empirik, yang perjalanannya tidak dapat dilepaskan dari sejarah Islam dan kebangsaan, seperti apa yang diperjuangkan oleh Walisongo di tanah Jawa.
 
“Islam Nusantara adalah konsepsi dan realitas atas nilai-nilai Islam yang telah mengalami “pribumisasi” sesuai dengan kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia. Ia merupakan potret empirik yang melekat pada identitas Islam dan kebangsaan, sebagaimana yang diperjuangkan Walisongo dahulu” tutur Thobib.
 
Demi menghindari kesalahpahaman pembacaan atas konsep Islam Nusantara, Thobib mengurai kembali aspek epistemologis gagasan tersebut, mencakup  sumber yang menjadi sintesa dari dialektika intensif antara ajaran agama dengan tradisi lokal, struktur yang dibangun dari tatanan sosial yang populis, akomodatif dan berasaskan pada asas kemaslahatan (maslahatul ammah), dan terakhir berujung pada metode yang selama ini dipedomani yaitu berfikih Syafi’i, berteologi Asy’ari dan bertasawuf mengikuti Imam al-Ghazali.
 
Sementaraitu, Pipit Aidul, dalam kesempatannya menyampaikan tujuh poin penting yang melatari Muhammadiyah dalam mengkampanyekan Islam berkemajuan, yaitu pertama pegangan pada nilai keimanan dan ketauhidan, kedua pemahaman mendalam atas al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad Saw, ketiga manifestasi atas nilai al-Qur’an dan hadis berupa pelembagaan amal, dengan jalur kesehatan, pendidikan dan sosial, keempat fokus penuh terhadap masa depan dan perkembangan zaman, kelima bersikap moderat dan berorientasi bekerja sama, keenam aktif menjalankan jihad kebangsaan sebagai aktualisasi dakwah dan tajdid, dan ketujuh mendefinisikan ulang negara pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah (kesepakatan dan kesaksian) sehingga bisa menjadi pedoman bersamadalam berbangsa dan bernegara.
 
(Syafaat/bimasislam)


Berita Lainnya

Potensi Ekonomi Produk Halal Bengkulu Perlu Digali
Kerukunan Umat Beragama Tidak Bisa Sekali Jadi, Tetapi Perlu Upaya Simultan
Teleconference Program Menag Menyapa Penyuluh Digelar Hari ini
Pantau Lebih Dekat, Bimas Islam Tinjau Langsung ke KUA Pacet, Cianjur