Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Muswil Pokjaluh Jawa Tengah: Penyuluh Bukan Tugas Pinggiran
  • Thursday, 14 September 2017 | 14:16
  • Syam
  • berita
Semarang, bimasislam--Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu (12/9) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) yang pertama di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti perwakilan Pokjaluh dari 35 kabupaten/Kota tersebut dibuka oleh Kabid Penais Zawa,Drs H Sa’idun M.Ag.
 
Dalam sambutannya Kabid Penais Zawa menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF). Diantaranya Penyuluh diharapkan meningkatkan kualitas dan kompetensi sehingga aktivitas kepenyuluhan bisa dinamis dan inovatif. “Setidaknya ada empat kompetensi yang harus ditingkatkan oleh penyuluh, yakni Kompetensi Substantif yang berkaitan dengan konten yang akan disampaikan dalam bimbingan penyuluhan, Kompetensi Metodologis yang berkaitan dengan metode dakwah, Kompetensi Sosial, serta Kompetensi Personal,’’ tuturnya.
 
Selain itu Kabid Penais Zawa  juga memotivasi penyuluh untuk tetap semangat dan berbesarhati menanggapi angapan-angapan yang bernada minir, Jika ada yang beranggapan minir terhadap penyuluh, abaikan,’’ ungkapnya. ‘’ Penyuluh bukan tugas pinggiran, penyuluh mengemban tugas sebagai warasyatul anbiya,’’ tambahnya.
 
Diakhir sambutannya Kabid Penais Zawa berpesan agar penyuluh terus berupaya membangun sinergitas dan kerjasama dengan berbagai pihak serta membangun jaringan intern penyuluh agar atsar kepenyuluhan lebih maksimal.
 
Setelah acara seremoial pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pokjaluh yang disampaikan  oleh ketua Pokjaluh Prov Jawa Tengah, Subandrio, yang diterima tanpa catatan oleh forum. Sesi terakhir Musywil,  yakni pemilihan ketua baru dilakuakn dengan 2 tahap. Tahap pertama pegajuan bakal calon, masing-masing eks karisidenan mengusung satu bakal calon, dilanjutkan dengan pemungutan suara satu Kabupaten/Kota satu suara.
 
Empat kandidat yangdiusulkan Ali Musthofa, S.Ag mendapat 1 suara, Drs H Nuril Asrori M.Hum, mendapat 4 suara, Drs HA Subandriyo, MSI, mendapat 9 suara, dan H Mahsun S.Ag MSI dari Kabupaten Temanggung mendapat 21 suara.
 
(jaja zarkasyi-nur budi handayani/foto:pokjaluh)