Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Menikmati Kemegahan Masjid Raya Raudhatul Irfan, Sukabumi
  • Wednesday, 30 December 2015 | 08:38
  • Administrator
  • berita
Sukabumi, bimasislam— Bagi anda yang ingin ke Sukabumi, atau sekedar melewatinya, anda akan menemui sebuah bangunan kokoh, dengan empat menara menjulang tinggi di pinggir jalan pertigaan jalur lingkar selatan Bogor-Sukabumi. Bangunan itu adalah Masjid Raya Raudhatul Irfan, tepatnya di Cibolang, Kecamatan Cisaat, yaitu di pinggiran perlintasan utama jalur Sukabumi-Bogor dan pintu masuk ke Jalan Lingkar Selatan (Lingsel Sukabumi). Masjid ini dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan diresmikan oleh gubernur Aher, pada 7 Juli 2014 yang lalu.
 
Jika anda berkunjung ke masjid ini, maka akan melihat betapa megahnya rumah ibadah masyarakat Sukabumi ini. Interiornya yang khas, berwarna hijau putih, dengan ornamen ala Persia menambah keelokannya. Hanya saja, saat bimasislam berkunjung ke tempat ini (28/12), dan menyisir ruang-ruang dan sudut masjid terdapat banyak retakan-retakan tembok, dan beberapa kerusakan plafon masjid dengan ditutup seadanya. Ruang utama shalat yang luas, dengan hamparan karpet yang bagus menjadi terganggu karena kurangnya perawatan (maintanance). Demikian halnya, pelataran dengan taman-taman sekitar dan area parkir yang luas nampak kurang diperhatikan kebersihannya. Apalagi di depan masjid banyak pedagang keliling, seperti mie ayam, somay, dan sejenisnya yang mungkin kurang memperhatikan kebersihan.
 
Luasan bangunan masjid mencapai 900 meter persegi menjadi salah satu singgahan menarik. Banyak umat Islam, atau wisatawan domestik untuk shalat, sambil menikmati luasnya area masjid, dengan duduk-duduk di serambi, sambil menikmati jajanan pinggir jalan.
 
Berdasarkan penelusuran bimasislam, nama masjid ini diambilkan dari nama sebuah Tafsir Al-Qur’an yang monumental dan populis di wilayah Tatar Pasundaan hasil buah karya K.H. Ahmad Sanusi. Yaitu seorang ulama besar Sukabumi yang pernah berkiprah dalam pentas pergolakan nasional di era 1920-an sampai dengan 1950-an.
 
Nama lengkap tafsir ini adalahRaudlat al-Irfan fii Ma’rifati al-Qur’an dengan karakteristik: (1) Metode yang digunakan adalah metode Ijmali (Global) artinya menafsirkan al-Qur’an dengan cara singjat dan global tanpa urzian panjang lebar; (2) Bentuknya tergolong pada tafsir bi al-Ra’yi artinya tafsir ayat2nya didasarkan psda hasil Ijtihad mufassirnya dan menjadikan akal fikiran sebagai fikiran utamanya; (3) Fokus dan aliran tafsir, bersifat umum, tanpa membawa pesan khusus atau netral dengan menjelaskan ayat-ayatnya secara proporsional, dan lain-lain.
 
Sementara langkah-langkah yang dilakukan K.H. Ahmad Sanusi alam menafsirkan al-Qur’an, yakni: (a) Menterjemahkan secara harfiyah ke dalam bahasa Sunda; (b) Menafsirkan sesuai dengan tertib susunan mushaf Utsmani; (c) Maksud dijelaskan di sisi kanan dan kiri matan teks al-Qur’an dengan sederhana; (d) Mengemukakan asbabul nuzul, jumlah huruf dan ayatnya; (e) Tidak mempersoalkan segi bahasa seoerti nahwu, sharaf, bikagzh, dll, namun mengutamakan segi makna; (f) Tidak menjelaskan secara detail (Juz’iyyat) namun menjelaskannya secara universal (Kulliyat). (thobib-jaja/foto:bimasislam)