Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Mengenang Alm Muhammad M Basyuni, Tak Berhenti Mikirkan Kebaikan Bangsa Hingga Ajal Menjemput
  • Thursday, 22 September 2016 | 08:12
  • thobib al-asyhar
  • berita
Jakarta, bimasislam—Indonesia kehilangan putra terbaiknya, Muhammad Maftuh Basyuni, mantan Menteri Agama RI periode 2005-2009, dipanggil menghadap ke hadirat Allah swt. Innalillahi wainnailaihi rajiun. Segenap keluarga besar Kementerian Agama RI, khususnya Ditjen Bimas Islam sangat kehilangan atas sosok almarhum yng menjabat sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang memiliki dedikasi tinggi dalam pembangunan bidang agama.
 
Sekitar pukul 18.45 WIB, di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta, Muhammad M Basyuni menghembuskan nafas terakhirnya setelah dalam beberapa lama mengalami sakit. Tepat pukul 11.30 WIB, jenazah dishalatkan di masjid At-Tiin, dimana alm adalah  Ketua Pengurusnya hingga dilangsungkan upacara penyerahan jenazah dari keluarga kepada pemerintah untuk dimakamkan secara kenegaraan di TMP Kalibata. Hujan turun mengiringi para pentakziyah zuhur yang tak menghalangi langkah untuk menyaksikan pemakaman alm sekitar jam 14.20.                          
 
Dalam sambutannya sebagai inspektur upacara pemakaman, Menteri Agama menyampaikan bahwa almarhum Muhammad Maftuh Basyuni adalah sosok pribadi dan pemimpin yang berkerakter, berpandangan luas, memiliki komitmen tinggi dalam menegakkan kebenaran serta keberanian dalam melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik.
 
“Hidup almarhum sepenuhnya dibaktikan untuk memberi manfaat bagi bangsa, negara, dan agama. Banyak yang dapat kita teladani dari pengabdiannya yang pernah memegang berbagai tugas dan jabatan di pemerintahan. Kita banyak berhutang budi kepada almarhum yang tidak dapat kita bayar kecuali memohonkan doa kepada Allah agar mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya” urainya.
 
Lebih lanjut Menag mengatakan bahwa sosok almarhum sangat memegang komitmen dan loyalitas terhadap tugas, integritas moral, kejujuran dan kesetiaan pada prinsip-prinsip perjuangan serta ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa yang senantiasa dijadikan pegangan dan jati diri dimanapun dan kapanpun. Menurut Menag, beliau adalah sosok birokrat, diplomat, dan tokoh masyarakat yang layak diteladani, serta tidak pernah berhenti memikirkan kebaikan bangsa dan umat beragama sampai ajal menjemputnya.
 
Sebelum pemakaman dimulai, wakil dari keluarga yang juga ketua Badan Pengelola Masjid Istiqlal, adik almarhum, Dr. Muzammil Basyuni memberikan sambutan dan ucapak terima kasih kepada seluruh pentakziayh dan masyarakat yang mendoakan almarhum dan ditutup dengan doa oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muhammad Thambrin. 
                      
Hadir di TMP Kalibata Mantan Presiden SBY dan beberapa mantan menteri kolega almarhum. Juga hadir mantan Wamenag Nasaruddin Umar dan mantan Sekjen Bahrul Hayat. Di rumah duka pagi juga hadir mantan Wapres Boediono, Hatta Rajasa, KH Ma'ruf Amin, M. Noeh, Bambang Sudibyo, Hidayat Nur Wahid, Fahmi Idris, dan keluarga beasar Kemneterian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan Sekretariat Negara.

Selamat jalan pak Maftuh Basyuni, semoga engkau damai dalam pelukan kasih Allah. Allahummaghfir lahu warhamhu wa afii wa'fu anhu....
 
(thobib/fuad/bimasislam)