Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Mengenal Maryono, Penyuluh Agama Islam Multimedia
  • Monday, 27 February 2017 | 11:51
  • sigit
  • berita
Batam, bimasislam – Dakwah telah menjadi pilihan hidupnya, tiada hari tanpa melakukan penyuluhan. Berkeliling menyerap berbagai persoalan masyarakat telah menjadi rutinitas, tidak kenal lelah, tidak juga melihat upah, selagi dibutuhkan umat semua dijalani dengan penuh amanah. Berbekal mobil minibus keluaran tahun 2000-an perangkat multimedia siap berkeliling memberi penerangan.
 
Pekan lalu, (24/2) bimasislam berkesempatan berbincang dengan pemuda bernama Maryono (43), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Galang Kota Batam, Kepulauan Riau.Maryono adalah contoh penyuluh agama Islam yang mampu memadukan dakwah dan teknologi.
 
Perkembangan zaman merupakan alasan utama Maryono menjadikan sarana multimedia sebagai media dakwah. Sejak tahun 2012 silam, pria kelahiran Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan ini pun konsisten dengan cara dakwah yang dinilainya lebih memberikan masa depan penyuluhan dimasa yang akan datang.
 
“Anak-anak muda sekarang ketergantungan dengan teknologi informasi. Maka saya dari penyuluh dengan ide sendiri, biaya sendiri mencoba mengikuti perkembangan zaman, supaya penyuluh kita diterima masyarakat saya terinspirasi penyuluh zaman dulu, sebelum ceramah kita nonton filem dulu, setelah kumpul kita baru memberi penyuluhan”, terang Maryono. 
 
Respon positif atas idenya dari masyarakat dan Kementerian Agama Kota Batam menjadi semangat tersendiri bagi Lulusan IAIN Sunan Ampel, Surabaya tahun 1995 ini. “Sambutan masyarakat sangat baik, sehari bisa 3-5 hari penyuluhan. Sambutan positif juga dari Kementerian Agama Kota Batam, saya semakin semangat”, ungkapnya.
 
Alasan lain kenapa Maryono memilih dakwah melalui multimedia karena dirinya menilai keberadaan penyuluh belum banyak diketahui masyarakat. “Selama ini masyarakat menganggap penyuluh itu tidak ada karena memang publikasinya yang kurang, mereka malu-malu sebagai penyuluh, banyak yang mengaku sebagai ustad, saya sendiri justeru terbuka kepada masyarakat”, imbuhnya.
 
Disinggung mengani persoalan yang banyak dihadapi masyarakat, mediator bersertifikat dari Pengadilan Agama (PA) ini menuturkan jika masalah keluarga menjadi persoalan utama yang sering dihadapi. “Paling banyak dibutuhkan masyarakat adalah konseling tentang keluarga sakinah, seputar bagaimana merebut kembali hati suami yang hilang, membangun keluarga sakinah jarak jauh, selain itu ya soal pendidikan anak era digital dan masalah aliran menyimpang”, tuturnya.
 
Berbekal ilmu autodidact dibidang multimedia, Maryono kini tidak hanya memberikan penyuluhan di Provinsi Kepri, dia bahkan telah malang melintang di 16 provinsi. Mobil pribadinya “diwakafkan” untuk berdakwah, tidak tanggung tanggung design interior nya pun disulap agar sesuai dengan peralatan multimedianya. Di cup atas mobil dipasang neon box bertuliskan Penyuluh Keliling: Mediator, Konselor dan Motivator. Dibagian kaca belakang, dengan jelas tertulis H. Maryono, S.Ag Konsultan dan Penyuluh. Agar masyarakat dengan mudah menghubunginya dengan jelas tulisan “Call Me” lengkap dengan nomor contact pribadinya. 
 
Meski demikian, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Povinsi Kepri ini mengaku terkendala ketika harus melakukan penyuluhan di kepulauan karena harus membawa alat multimedia yang cukup berat. Dirinya pun berharap penyuluh mendapat fasilitas sesuai dengan kebutuhan dan segera ada pelatihan penyuluhan multimedia. “Harapan saya, per Kabupaten ada satu mobil penyuluh keliling, setiap penyuluh dilatih agar menguasai teknologi, saya siap memberikan pelatihan”, harap Maryono. (syam/syam)