Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 28 Juli 2017 - 5 Zulkaedah 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Menag: Tujuan Utama STQ untuk Memuliakan al-Quran

  • Saturday, 15 July 2017 | 09:37
  • Syam
  • berita
Tarakan, bimasislam – Malam Taaruf Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXIV berlangsung meriah. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan STQ, sebagai ajang silaturahmi antara tuan rumah dengan kafilah dari 34 provinsi se Indonesia.
 
Acara sendiri diawali dengan penyerahan bendera Musabaqah Tilawatil Quran dari ketua Lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional yang diwakili Sektretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin kepada Gubernur Kaltara selaku tuan rumah yang diselenggarakan di Hall Convention Tarakan Plaza, Jumat malam (15/7).
 
Dalam sambutannya, Menteri Agama melalui Sekteraris Ditjen Bimas Islam, menyampaikan pesan agar para peserta STQ tidak mengaburkan tujuan umata STQ karena STQ digelar dalam rangka memuliakan al Quran.
 
“Saya berpesan kepada semua kafilah peserta bahwa motivasi untuk menjadi juara tidak boleh mengaburkan tujuan utama STQ yaitu dalam rangka memuliakan kitab suci alQuran, wahyu Allah yang diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman“, ujar Muhammadiyah Amin membacakan pesan Menag.   
 
Selain itu, Menag juga berpesan mengenai pentingnya kerukunan umat beragama dalan bingkai NKRI. “Saya beharap melalui kegiatan STQ Naisonal ini dapat meningkatkan kesadaran beragama umat Islam dan kerukunan antarumat beragama yang harus kita pelihara di setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Idonesia“, demikian pesan Menag yang disampaikan kepada seluruh peserta STQ.
 
Ditempat yang sama, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie mengaku senang Kaltara dipercaya sebagai tuan rumah ajang dua tahunan itu. Irianto juga mengatakan jika Kaltara adalah miniatur Indonesia sekaligus masa depan Indonesia.
 
“Kaltara khususnya Tarakan ini adalah miniatur Indonesia, disini ada beragam suku, budaya, agama dan memiliki sumber daya alam melimpah, di sinilah masa depan Indonesia“, tegasnya.
 
Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Hakim yang juga mantan Menterin Agama, KH. Said Aqil Husein Al-Munawar, Wali Kota Tarakan, dan beberapa pejabat Kementerian Agama.  
 
Acara nampak meriah dengan tampilnya tarian kolosal selamat datang. Puncak acara sendiri menampilkan haflah tilawah dari para Qari legendaris yang dipimpin KH. Said Aqil Husein Al Munawar.
 
(syamsuddin/bimasislam)

Berita Lainnya

Ingin Lihat Kubah Masjid Terbesar di Dunia? Ada di Tangerang
Burhanuddin Muhtadi: Agamawan Sebaiknya Tidak Terjun ke Politik Praktis!
Ditdaya Wakaf Jajaki Kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah
Al-Irsyad, Masjid Kubus Peraih Gelar The Best Building yang Jadi Rujukan Arsitek Dunia