Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Kamis , 19 Oktober 2017 - 29 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Menag: Muhammad Sukses Lakukan Konseptualisasi Tatanan Sosial dan Politik

  • Thursday, 23 January 2014 | 19:52
  • Administrator
  • berita
Jakarta, bimasislam-- Pada setiap peringatan maulid Nabi, memori kolektif umat Islam akan tertuju kepada sosok pemimpin besar yang tidak saja berhasil mengubah jalannya sejarah dalam waktu singkat, tetapi telah meninggalkan nilai-nilai peradaban yang senantiasa relevan untuk dijadikan landasan dalam menata masyarakat, bangsa dan negara.
 
Hal ini sampaikan Menteri Agama RI, H. Suryadharma Ali saat menyampaikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/1) malam. “Amat wajar jika sejumlah ilmuwan memberikan pengakuan akan sukses yang telah diukir oleh sosok Muhammad SAW sebagai nabi dan sekaligus negarawan (Prophet and Statesman)”, ujar Menag.
 
Rasulullah SAW, lanjut Menag telah berhasil menyusun tatanan sistem masyarakat Madanî yang identik dengan civil society, karena secara sosio-kultural mengandung substansi keadaban atau civility dan merupakan masyarakat yang sangat modern untuk zaman dan tempatnya. ”Tak terlalu berlebihan jika dikatakan Nabi Muhammad telah melakukan konseptualisasi tatanan kehidupan sosial politik dan kenegaraan yang memiliki daya jangkau menembus batas-batas ruang dan waktu jauh ke depan yang tetap relevan sampai saat ini”, ungkap Mantan Menteri Koperasi dan UKM ini.
 
Disisi lain, Menag mengingatkan bahwa keberhasilan Nabi Muhammad tidak diraih dengan mudah, tetapi melalui perjuangan panjang. Di tengah runtuhnya moralitas bangsa Arab yang bersemangat tribalisme, Nabi Muhammad membawa perubahan yang signifikan akan pentingnya nilai-nilai kemanusian dan keadilan
 
Menag mencatat ada tiga cara yang digunakan Nabi Muhammad dalam melakukan penataan masyarakat madinah. pertama, membangun infrastruktur masyarakat dengan masjid sebagai simbol dan perangkat utamanya. Kedua, menciptakan kohesi sosial melalui proses persaudaraan antara dua komunitas yang berbeda, yaitu Quraisy dan Yatsrib, serta komunitas Muhajirin dan Anshar dalam bingkai solidaritas keagamaan. Ketiga, membuat nota kesepakatan untuk hidup berdampingan secara rukun dan damai dengan komunitas lain, sebagai sebuah masyarakat pluralistik yang mendiami wilayah yang sama.
 
Peringatan Maulid Nabi Tingkat Kenegaraan tahun ini berlangsung hikmat, dihadiri oleh Presiden SBY bersama Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI beserta Ibu Herawati Boediono, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Pimpinan Lembaga Tinggi Negara dan perwakilan Duta Besar Negara Sahabat.
 
Hadir pula Ketua Umum PBNU, KH. Said Agil Siradj, ulama Kharismattik Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag, Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam, Abdul Djamil dan para Pejabat Eselon 1 dan II lain dilingkungan Kementerian Agama. (syam/foto:bimasislam)

Berita Lainnya

Delegasi Kemenag Juara Musabaqah Hafalan Al Quran Internasional
Gapai Keluarga Sakinah, Orangtua Harus Banyak Belajar
Ka KUA Anyer: Kami Siap Wujudkan KUA Profesional dan Bersih
Paham dan Aliran Sesat Muncul Karena Ada Ruang Kosong Dakwah