Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Melayani tanpa Diskriminasi, Bimas Islam Bantu Komunitas Tuna Rungu
  • Tuesday, 05 September 2017 | 10:55
  • sigit
  • berita
Jakarta, bimasislam— Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, menerima kunjungan komunitas tuna rungu yang tergabung dalam Majelis Taklim Tuli Indonesia (MTTI) di ruang kerjanya, Gedung Kementerian Agama lantai 6, jalan MH. Thamrin No.6, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017).
 
MTTI, sebagaimana dijelaskan oleh Ketum Umum, Afrizal Zakariya, merupakan perhimpunan penyandang tuna rungu Muslim di Indonesia yang berdiri pada 15 September 2016. Berbasis di DKI Jakarta, komunitas ini secara rutin menggelar pertemuan dwi mingguan di Rumah Belajar Miranda di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan, dan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Cawang Otista, Jakarta Timur.
 
Selain kegiatan rutin, perwakilan komunitas ini juga turut berpartisipasi pada event-event di tingkat internasional. Dalam hal ini, MTTI akan menghadiri Konferensi Tuna Rungu Muslim se-Dunia yang akan digelar di Kuwait tahun 2018, dan rencana menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah konferensi serupa tahun 2020.
 
Dengan dibantu penerjemah bahasa isyarat, Dodi Daud, Afrizal menambahkan bahwa penyandang tuna rungu mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan Kitab Suci al-Quran. “Berbeda dengan penyandang tuna netra yang bisa membaca al-Quran dengan bantuan huruf braille, penyandang tuna rungu punya kesulitan yang khas.” Ujar Afrizal sebagaimana diterjemahkan Dodi.
 
Kesulitan tersebut, katanya, terdapat pada frasa-frasa yang tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa penyandang tuna rungu. “Oleh karena itu, kami membutuhkan formula khusus dengan bahasa sederhana yang relatif mudah dipahami oleh penyandang tuna rungu, ini membutuhkan perhatian pemerintah.” ujarnya.
 
Dirjen Bimas Islam menyambut baik dan mengaku senang atas kunjungan MTTI. “Kami menerima dengan tangan yang sangat terbuka, karena Bimas Islam melayani masyarakat Muslim dari semua kalangan tanpa membeda-bedakan.” Dalam pertemuan itu, Dirjen juga menjanjikan bantuan bagi Komunitas tuna rungu dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais), Khairuddin, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melayani masyarakat dari semua kelompok, tanpa membeda-bedakan.
 
“Bantuan yang diberikan kepada komunitas MTTI merupakan bentuk perhatian Ditjen Bimas Islam pada semua kalangan masyarakat, termasuk di dalamnya penyandang disabilitas, dalam hal ini penyandang tuna rungu.” Ujarnya.
 
Selain Direktur Penais, turut mendampingi Dirjen di antaranya Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Juraidi, Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam, Muhajir Algadri, Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan, Yayat Supriadi, Kasi Kemitraan Ormas Islam, Jalal Suyuti, dan Kasi Pengembangan MTQH, Sayyid Alwi Fahmi.
 
(Sigit/bimasislam)