Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Masjid Agung Cimahi, Masjid Bersejarah di Kota Bersejarah
  • Monday, 27 March 2017 | 12:46
  • sigit
  • berita
Cimahi, Bogor— Cimahi merupakan kota bersejarah yang dikenal memiliki banyak sekali gedung-gedung tua peninggalan pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Gedung-gedung bergaya kolonial itu dapat dengan mudah ditemui karena tersebar di berbagai sudut kota Cimahi. Awalnya, pada tahun 1811, saat membangun jalan Anyer-Panarukan, Gubernur Jenderal Willhem Daendels, penguasa pemerintah Hinda-Belanda saat itu, sempat juga membangun sebuah loji atau semacam pos penjagaan di tempat yang menjadi Alun-alun Cimahi sekarang.
 
Selain pos penjagaan yang bersejarah itu, gedung-gedung peninggalan pemerintah kolonial lainnya adalah Stasiun Kereta Api, Rumah Sakit, rumah-rumah pribadi peninggalan kolonial, serta gedung-gedung pusat pendidikan militer yang dibangun pada abad ke-19. Gaya bangunan bersejarah di kota yang terletak di utara Bandung itu masih lestari dengan corak bangunan khas zaman Hindia-Belanda.
 
Maka tak heran, Jika Anda mengunjungi Masjid Agung Cimahi, sentuhan arsitektur gaya kolonial pun cukup terasa. Hal tersebut dapat dilihat dari model dinding masjid yang dibuat tebal, solid, dan kokoh seperti bangunan Eropa abad 19, meski tanpa meninggalkan ciri khas masjid citarasa Indonesia dengan atap tumpang bersusun tiga.
 
Masjid yang terletak di kelurahan Padasuka, Cimahi Tengah, ini dibangun tanpa tiang tengah. Atap masjid ditopang sedemikian rupa dengan susunan baja yang saling terhubung. Struktur atap yang sengaja didesain demikian menjadikan ruang utama masjid terasa lebih luas karena tidak terhalang oleh tiang yang umumnya menjadi blind spot view dari beberapa sudut.
 
Sementara itu di bagian luar, Masjid dengan daya tampung 5000 jamaah ini memiliki sejumlah koridor yang megah dan nyaman. Selain itu di sisi selatan juga terdapat dua menara yang dibangun mengapit lapangan luas di bagian tengahnya. Bagian bawah menara itu dibuat ruangan untuk berwudhu, serta penitipan alas kaki bagi jamaah yang hendak shalat.
 
Bergeser ke sisi barat, Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 9000 meter persegi ini juga sudah dilengkapi dengan gedung dakwah sebagai pusat pelayanan agama Islam.
 
Masjid yang dibangun pada tahun 1962 itu sudah terdaftar di Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Masjid Kemenag RI dengan nomor ID 01.2.13.24.02.000001. Terkait fasilitas, masjid ini dilengkapi dengan akses internet, parkir, taman, gudang, tempat penitipan sepatu/sandal, ruang belajar (tpa/madrasah), toko, aula serba guna, perlengkapan pengurusan jenazah, koperasi, perpustakaan, kantor sekretariat, penyejuk udara/ac, sound system dan multimedia, pembangkit listrik/genset, kamar mandi/wc, tempat wudhu, dan tentu saja sarana peribadatan yang nyaman.
 
(Yusni/Yono)