Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Selasa , 22 Agustus 2017 - 30 Zulkaedah 1438 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Masalah Kerukunan Umat Beragama jadi Perhatian KanKemenag Bogor

  • Monday, 01 June 2015 | 10:10
  • berita
Bogor, bimasislamSebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yaitu sekitar lima juta orang dengan laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, Kabupaten Bogor memiliki problem sosial yang tidak mudah, salah satunya adalah keharmonian hubungan umat beragama.

Kabupaten yang terdiri dari 40 kecamatan ini beberapa kali menjadi perhatian publik terkait hubungan intra dan antar umat beragama. Namun demikian, pihak Kementerian Agama Kabupaten Bogor mengatakan pihaknya terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga keharmonian di antara umat beragama. Kepala Seksi Urusan Agama Islam, Kemenag Kab.Bogor, Bahrul Ulum mengatakan, secara keseluruhan kehidupan umat beragama di Kabupaten Bogor relatif baik, kecuali satu dua kasus yang memang kemudian menjadi perhatian publik. “Secara keseluruhan sebetulnya kondusif, kecuali satu dua kasus yang memang terjadi juga di beberapa daerah di Indonesia. kita berharap kondisi ini terus membaik, dan ini kewajiban kita semua” ujar Bahrul.

Dikatakan Bahrul, jumlah umat Islam di kabupaten dengan luas lebih dari 2juta KM2 ini lebih dari 85 persen. Jumlah itu tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Pihak Kementerian Agama bersama dengan KUA yang tersebar di 40 Kecamatan juga terus proaktif memberikan penyuluhan agama kepada masyarakat dengan melibatkan tokoh agama dan para ulama lokal. Masalah kerukunan umat beragama merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyuluhan agama kepada masyarakat (ska/foto:bimasislam)

Berita Lainnya

Pemerintah Pastikan Tak Ada Perda Bernuansa Syariah Dihapus
BWI Perwakilan Kabupaten Karimun Periode 2016-2019 Dikukuhkan
Terkait SIMBI, ini Arahan Sesditjen kepada Kabid Bimas Islam se-Indonesia
Lakukan Kunjungan, Kasubdit Pemberdayaan Lembaga Zakat Apresiasi Program Pemberdayaan DSM