Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Khatib Masjid Istiqlal: Kurban Mengandung Pesan Moral dan Kemuliaan Manusia
  • Saturday, 02 September 2017 | 18:35
  • Syam
  • berita
Jakarta, bimasislamRatusan ribu umat Islam Jakarta dan sekitarnya melaksanakan Shalat Idul Adha 1438 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (1/9). Shalat Idul Adha diimami oleh Ust Hasanudin Sinaga dan bertindak sebagai Khatib, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Kamaruddin Amin.    
 
Diperkirakan lebih dari 250 ribu umat Islam melaksanakan shalat idul adha di Masjid Istiqlal. Shalat dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Sebelum dimulai Shalat, wakil Presiden Jusuf Kalla bersama jamaah masjid Istiqal melakukan takbir bersama sekitar 10 menit.
 
Sejumlah menteri kabinet kerja, Duta Besar negara sahabat dan pimpinan lembaga tinggi negara tampak hadir didampingi Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar. Selain itu, hadir pula para pejabat Kementerian Agama Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, dan Direktur Penerangan Agama Islam, Khoirudin.
 
Dalam khutbahnya, Khatib menegaskan, di Indonesia yang majemuk, agama selain menjadi roh disetiap aktivitas umat, juga harus menjadi perekat sosial,menjadi driving force konsolidasi, persatuan dan kesatuan demi mewujudkan cita-cita bangsa sekaligus cita-cita agama.
 
"Refleksi keagamaan dan refleksi kebangsaan harus bersinergi untuk mewujudkan cita-cita bersama. Mari kita buka mata, mendengar matahari dan telinga rohani kita, mengi'tibar dan mentadabur salah satu tanda keagungan dan kekuasaan Allah SWT," ujar khatib
 
Dipaparkan khatib, peristiwa sejarah kurban, tentang konflik batin Nabi Ibrahim AS antara kecintaan terhadap putra tunggalnya dengan ketaatan memenuhi perintah Allah SWT. Dimana Nabi Ibrahim AS dengan tulus dan pasrah, memilih perintah Allah SWT.
 
"Suasana peristiwa makin haru dan menegangkan saat Ismail muda membuktikan diri sebagai anak yang shaleh, patuh dan taat kepada orang tua," jelasnya.
 
Khatib melihat, sejarah kurban mengandung beberapa pesan moral. Pertama, kepasrahan mutlak dan ketundukan total atas perintah Allah SWT. Berislam adalah tunduk pasrah secara total kepada perintah agama, dari pada kepentingan diri, keluarga, jabatan dan lain sebagainya. Kedua, adalah tentang kemuliaan manusia.
 
"Manusia dengan alasan apa pun, tidak boleh dikurbankan. Dan yang ketiga adalah mengajarkan pola hubungan dan komunikasi antara orang tua dan anak. Anak adalah amanah, orang tua wajib membentuk kepribadian anak untuk shaleh dan taat kepada Allah SWT. Juga, mengajari anak arti dan cara mengarungi lautan kehidupan. Orang tua harus terlibat dalam pembentukan karakter anak," tutur khatib.
 
Khatib juga menyatakan, Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan pembentukan karakter bangsa. Menurutnya, pendidikan karakter yang berdimensi olah hati, rasa, pikir dan raga harus mampu menumbuhkan setidaknya lima nilai, yakni; integritas, religiusitas, nasionalisme, kemandirian dan gotong royong.
 
"Tak ada Bangsa yang besar tanpa pendidikan yang maju dan karakter yang kuat. Tak ada karakter kuat dan pendidikan maju tanpa adanya sinergi dari keluarga, lembaga pendidikan dan masyarakat. Semoga semangat berkurban ini mampu menumbuhkan, merawat dan melestarikan semangat kolektif seluruh warga Bangsa untuk terwujudnya warga bangsa yang religius dan tercapainya cita-cita bangsa kita, yakni masyakarat adil dan makmur," tegas khatib.
 
Pada Idul Adha 2017 ini, masjid Istiqlal menerima hewan kurban sebanyak 53 ekor, terdiri atas 27 sapi dan 26 ekor kambing. 27 ekor sapi tersebut antara lain kurban dari Presiden RI, Wakil Presiden, Menag, Mensesneg, Kapolri, Menperindag, Mensos, Keluarga Mantan Presiden Suharto, Yayasan Sulaimaniyah Turki, Perhimpunan Muslim Tionghoa, Migas, BEJ dan lain sebagainya.
 
Usai shalat, Wapres Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla menyerahkan 2 ekor sapi, dari Presiden dan Wapres dan diterima langsung boleh Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.
 
(syam/kemenag/bimasislam)