Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Ketua MUI Belu: Kita Rukun Karena Saling Menghargai
  • Tuesday, 09 May 2017 | 09:08
  • sigit
  • berita
Belu, bimasislam-- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Belu, Kaliman B. Lamarobakmengatakan, kerukunan umat beragama harus terus dipupuk agar semakin hari semakin baik. Kondisi yang kondusif harus dijaga sepenuh hati dengan cara saling menghargai.
 
“Kita rukun karena saling menghargai”, ujar Kaliman singkat saat mengawali perbincangan dengan bimasislam didampingi kepala KUA Kecamatan Kota Atambua dirumah pribadinya, Kec. Atambua Selatan, Rabu (3/5).
 
Kaliman melanjutkan bahwa kunci kerukunan umat beragama di Belu adalah saling menghargai dan keterbukaan. “Kuncinya adalah saling menghargai dan keterbukaan. Semua persoalan di masyarakatkalau sudah dibicarakan dengan baik maka akan selesai”, terang wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kab. Belu ini.
 
Kaliman mencontohkan, bahwa dirinya bersama tokoh agama yang lain saling menghormati atas undangan suatu acara. “Kami selalu menghadiri undangan pesta yang diadakan saudara kita Katolik, dengan catatan kami hati-hati soal makanan, kita hadir dengan cara yang arif”, ungkapnya.  
 
Mantan guru PKN ini menambahkan bahwa gangguan kerukunan dapat saja muncul bilamana orang saling membicarakan keyakinan orang lain tanpa didasari ilmu yang cukup. “Yang akan menganggu kerukunan umat beragama itu ketika kita tidak cukup ilmu untuk membicarakan agama orang lain”, teran pria asli Flores ini.
 
Menyinggung soal keterbukaan, Kaliman menjelaskan bahwa justru dengan sikap terbuka masyarakat jadi tahu sehingga ada kesepahaman. Kaliman lantas mencontohkan, orang Islam harus menyampaikan dengan baik mengenai hukum hewan sembelihan. 
 
“Disatu sisi kita harus menghormati undangan saudara kita, disaat yang sama kita harus sampaikan bahwa orang Islam itu tidak memakan sembelihan orang lain, sehingga mereka paham”, terang Kaliman.
 
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Khususnya Kabupaten Belu dikenal sebagai daerah yang memiliki angka kerukunan umat beragama yang sangat baik. Selain memiliki budaya kekeluargaan yang sangat kuat, kepedulian antar sesama, para tokoh agama juga memiliki peran penting dalam menjaga masyarakat yang beragam. Yuk bejalar dari Belu.
 
[syamsuddin/bimasislam]