Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Kesadaran Muzakki di Kota Sorong Belum Optimal
  • Friday, 04 August 2017 | 09:55
  • Syam
  • berita
Sorong, bimasislam -- Kesadaran para muzakki dalam membayar zakatnya di Kota Sorong sepertinya harus terus digenjot. Pasalnya, realisasi penerimaan zakat di kota berjulukan "Daratan Maladum" ini belum sesuai dengan target.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sorong sendiri pernah menghitung potensi zakat di kota ini mencapai Rp 6 miliar per tahunnya. Namun, realisasi penerimaan setiap tahunnya tidak pernah menjauh dari angka Rp 2 miliar.

"Ya kita pernah menghitung potensi zakat di kota ini. Kita hitung berdasarkan jumlah penduduk muslim sebanyak 49 persen dari total populasi Kota Sorong," ujar Saiful Kamaruzzaman, Ketua Umum BAZNAS Kota Sorong kepada bimasislam, Senin (32/7) di kantor BAZNAS Kota Sorong yang berada dalam komplek masjid terbesar di Kota Sorong, Masjid Al-Akbar. Pada saat itu Saiful didampingi oleh Bendahara Umum Nurdin Nais.    

Dari data yang diterima bimasislam, menyebutkan, selama bulan Ramadan tahun 2017 berhasil menghimpun zakat fitrah, zakat mal, dan infak/sedekah sebesar Rp 1.8 miliar. Dana sebesar itu dikumpulkan dari unit pengumpul zakat (UPZ) yang ada di 85 masjid dan lembaga zakat Muhammadiyah (Lazismu) Kota Sorong.       

Masih rendahnya penerimaan zakat di Kota Sorong menurut Saiful, termasuk disebabkan keengganan sebagian warga kota ini menyalurkan zakatnya berdasarkan domisili. Maksudnya cukup banyak muzakki yang ada di Kota Sorong membayar zakatnya justru di luar kota Sorong. Hal ini karena mayoritas penduduk Kota Sorong adalah pendatang seperti dari Sulawesi dan Maluku yang lantas membayar zakatnya di kampung asal mereka.           

Program Prioritas     

Meski dengan kondisi penerimaan yang minim, dana yang berhasil dihimpun langsung disalurkan berdasarkan prioritas sesuai tuntunan syariah. BAZNAS Kota Sorong pun telah menyusun program untuk menyalurkan dana zakat tersebut.           

Dari delapan asnaf yang wajib menerima dana zakat diformulasi oleh BAZNAS Kota Sorong ke dalam lima program utama, yaitu program Sorong Makmur, Sorong Cerdas, Sorong Taqwa, Sorong Peduli, dan Sorong Sehat. Program Sorong Makmur dengan memberi bantuan modal usaha kepada usaha kecil mikro, bantuan gerobak dan bantuan etalase.        

Program Sorong Cerdas menyasar anak didik miskin dan lembaga pendidikan, yaitu beasiswa rutin, biaya wisuda, bantuan kegiatan KKN mahasiswa dan bantuan pendidikan lainnya. Kemudian program Sorong Taqwa memberikan bantuan sosial keagamaan dan bantuan pembangunan masjid.      

Selain itu, ada juga program Sorong Peduli berupa pemberian bantuan sembako, sosial kemanusiaan, biaya perjalanan, dan korban kecelakaan. Tidak ketinggalan juga dalam bidang kesehatan yaitu program Sorong Sehat. Program ini memberi santunan kesehatan bagi asnaf yang sakit.   

"Terkadang ada warga yang harus dirujuk ke rumah sakit di luar kota Sorong dan perlu biaya perjalanan maka kita bantu biayanya," demikian ungkap Saiful.
 
(Insan/syam/bimasislam).