Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 22 September 2017 - 2 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Kemenag Kota Bekasi: Pemda Perlu Atur Penyediaan Masjid di Pusat Perbelanjaan

  • Tuesday, 28 April 2015 | 14:58
  • berita
Bekasi, bimasislamPenyediaan fasilitas ibadah di ruang publik perlu mendapatan pembenahan. Pantauan bimasislam di sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bekasi terlihat fasilitas mushalla bagi pengunjung masih terkesan ala kadarnya. Selain lokasi yang sulit untuk dijangkau dan ruangan yang panas, tak jarang karpet mushalla pun sudah lembap sehingga mengurangi kenyamanan saat beribadah. Demikian pula sarana tempat wudhu yang tidak memadai menyebabkan antrean mengular hingga beberapa meter.
 
Pada saat yang sama, antusiasme masyarakat untuk tetap mendirikan ibadah disela kesibukan di pusat perbelanjaan semakin meningkat dari waktu ke waktu, hal ini ditandai dengan selalu ramainya mushalla di mall atau pusat perbelanjaan lainnya pada waktu shalat, bahkan shalat jamaah harus dilakukan secara bergantian karena tempat yang tidak memadai.
  
Mengomentari fenomena ini, Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Mujani, mengatakan sebaiknya Pemerintah Daerah (pemda) melakukan intervensi dengan mengeluarkan perintah agar pengelola pusat perbelanjaan menyediakan fasilitas ibadah yang memadai bagi pengunjung. Hal ini dikarenakan tidak sedikit pengunjung pusat-pusat perbelanjaan merasa kesulitan ketika hendak mendirikan shalat. “Peran Pemda diperlukan agar pengelola pusat perbelanjaan lebih memerhatikan kebutuhan pengunjung untuk beribadah, terutama umat Islam yang harus melakukan shalat lima kali dalam sehari.” tuturnya.
 
Berdasarkan data bimasislam, Masjid Alatif Pasaraya Blok M merupakan contoh masjid di tempat publik yang diharapkan dapat menjadi contoh penyediaan fasilitas ibadah di pusat perbelanjaan. Masjid Alatief yang berada di pusat perbelanjaan kawasan Blok M ini dilengkapi dengan fasilitas ibadah yang mewah dan nyaman. Masjid tersebut menyediakan ruang wudhu yang bersih, ruang pengering kaki setelah wudhu, tempat penitipan sandal yang rapi, serta ruang khusus untuk khatib. Suasana shalat juga semakin nyaman di tengah ruangan yang sejuk dari pendingin ruangan, serta lantai karpet yang mewah dan asri. Arah kiblat di masjid ini juga diukur oleh tenaga ahli bersertifikat dari Kementerian Agama. Dengan fasilitas ruang ibadah yang memadai, pengunjung akan merasa nyaman dalam bertransaksi tanpa diliputi kekhawatiran saat akan mendirikan shalat pada waktunya. (ska/foto:bimasislam)
 

Berita Lainnya

Sekjen: Gerakan Bayar Zakat Masih Kalah dengan Gerakan Makan Ikan!
Produksi Film Pendek Bergenre Dakwah, Bimas Islam Gelar Coaching Video di Bogor
Liputan di Kabupaten Grobogan, P3N Masih Jadi Simpul Penting Layanan Nikah
SBY: Peringatan Nuzulul Quran Penyejuk Suhu Politik