Selamat datang di Website Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam .
Jum'at , 22 September 2017 - 2 Muharram 1439 H

Direktorat Jenderal

Bimbingan Masyarakat Islam

Membimbing, Melayani, Memberdayakan, dan Mengembangkan Masyarakat Islam

Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin! Ditjen Bimas Islam Turut Berduka Cita yang Sedalam-dalamnya atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi

Kembangkan Wakaf Produktif, Yayasan dari Turki Jajaki Pembangunan Pesantren di Kalteng

  • Wednesday, 02 December 2015 | 10:49
  • berita
Jakarta, bimasislam Direktorat Pemberdayaan Wakaf terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk memproduktifkan tanah wakaf di seluruh Indonesia. Selasa (1/12/2015), Direktorat yang bertugas mengembangkan perwakafan nasional itu menerima kunjungan Yayasan Sulaimaniyah, sebuah organisasi asal Turki, dalam rangka pembangunan pesantren di provinsi Kalimantan Tengah.
 
Yayasan Sulaimaniyah Turki yang diwakili oleh Hakan Soydemir dan Farhat Abbas, diterima oleh Direktur Pemberdayaan Wakaf, Hamka, didampingi sejumlah pejabat eselon III dan IV. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Direktur Pemberdayaan Wakaf, Gedung Kementerian Agama lt.9, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
 
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal rencana pembangunan pesantren penghafal al-Qur’an yang akan didirikan di atas tanah wakaf seluas 1,7 hektar, dalam pertemuan itu juga hadir nadzir wakaf yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penaiszawa pada Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah.
 
Dalam pertemuan itu, Hakan Soydemir mengaku merasa bangga dan berterimakasih atas proyek pembangunan pesantren yang akan bermanfaat bagi pembangunan umat tersebut. Ia mengatakan akan melakukan survey lapangan ke lokasi. Jika hasil survey tersebut disetujui, pihak Yayasan Sulaimaniyah menjanjikan akan membangun gedung beserta seluruh fasilitas pesantren termasuk mendatangkan tenaga pengajar. Selain itu, biaya pendidikan di pesantren tersebut juga akan digratiskan.(nadra-sigit/bimasislam)

Berita Lainnya

Sangat Penting Peran Masyarakat dalam Pengawasan Daging di Pasar
MTQ Internasional III siap digelar, 21 Negara Ikut Serta
Pembayaran Biaya NR Harus ke Bank, yang Tidak Terjangkau Akan Ditunjuk PPS
Siapakah Grand Syaikh Ahmad Al-Thayeb?